oleh

Kemarau Panjang, Kualitas Udara di Ciayumajakuning Berdebu

MAJALENGKA-Musim kemarau panjang tidak luput dari kualitas udara seperti sering menimbulkan debu. Terutama di wilayah perkotaan. Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kelas III Jatiwangi Ahmad Faa Izyn berpendapat jika kualitas udara yang ditimbulkan karena debu hanya terdampak di sejumlah daerah perkotaan seperi ibu kota Jakarta.

“Sementara untuk di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) tidak ada pengaruh secara signifikan. Berbeda dengan kota-kota besar yang dipengaruhi faktor polusi dan lainnya,” ujarnya.

Dia mengaku BMKG sejatinya memiliki tugas terkait konsentrasi dalam hal kualitas udara. Hanya saja memang belum ada pengaruh yang besar. Ada sejumlah kendala terutama alat uji atau ukur. Pasalnya di BMKG Jatiwangi tidak terpasang alat kualitas udara.

“Yang terpasang itu di UPT BMKG yang ada di perkotaan seperti Bandung, Bogor, dan lainnya. Untuk Majalengka memang masih masuk wilayah dengan kualitas udara cukup bai,k karena masih banyaknya daerah penghijauan,” tukasnya.

Sementara itu, salah seorang pengemudi sepeda motor, Nana mengaku sejak beberapa bulan terakhir atau memasuki musim kemarau, debu polusi cukup signifikan. Ditambah angin di wilayah Majalengka cukup kencang sehingga membuat dampak yang ditimbulkan seperti debu cukup rentan.

“Sehingga kalau berkendara, saya sering menggunakan masker (penutup hidung) sebagai safety atau pengaman pernafasan. Karena terkadang sering flu karena debu. Apalagi mobilitas saya cukup tinggi,” imbuhnya. (ono)

News Feed