oleh

Kemensos Cegah TKI Kembali Merantau

MAJALENGKA–Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial pada Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) Edi Suharto PhD menyatakan faktor kemiskinan menjadi salah satu penyebab ribuan migran asal Indonesia bekerja ke luar negeri. Padahal bila seorang istri bekerja ke luar negeri, maka akan meninggalkan suami dan anak yang butuh perhatian dan kasih sayang.

”Kami bina para mantan migran dengan ketrampilan dan beri bantuan modal agar mereka tidak kembali menjadi migran,” kata Edi usai menutup bimbingan sosial dan pemberian biaya hidup dan modal usaha ekonomi produktif (UEP) bagi Warga Negara Indonesia (WNI) korban perdagangan orang yang sudah dipulangkan ke daerah asal di Islamic Centre Majalengka, Sabtu (28/9).

Edi mengingatkan, pemerintah terus berupaya untuk menekan angka pekerja migran. Dibeberkan data WNI bermasalah dari deportasi negara Malaysia yang telah dipulangkan ke daerah asal tahun 2019 hingga September berjumlah 4.417 orang. Angka ini menurun dari tahun sebelumnya berjumlah 4.960 orang.

“Kita sepakat problema migran harus menjadi perhatian bersama. Tidak hanya pemerintah. Kemensos pun memberikan bantuan modal usaha kepada 350 mantan migran di Kabupaten Majalengka agar mereka tidak kembali menjadi migran,” ujarnya.

Edi berterima kasih kepada Pemda dan yayasan yang memberikan pendampingan bagi para mantan migran. Pada kesempatan itu, Edi menyerahkan secara simbolis bantuan modal usaha bagi WNI M- KPOdi Kabupaten Majalengka sebesar Rp336 juta kepada Ketua LKS Mawar Persada Eva St Arofah.

Hadir dalam kegiatan bimbingan sosial tersebut 350 WNI korban pedagangan orang yang sudah di pulangkan ke Kabupaten Majalengka, Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (Dit RSTS & KPO), Waskito Budi Kusumo MSi juga para petugas dari Direktorat RSTS dan KPO Kemensos RI, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majalengka, dr H Gandana Purwana MARS, Ketua LKS Mawar Persada Eva St Arofah dan Pembina Yayasan Mawar Persada Agus.

Tim dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Kemensos RI, Isnaini Dewi Fajriati menambahkan bimbingan sosial kepada eks migran korban perdagangan orang dilakukan di Kabupaten Majalengka. Mengingat Majalengka merupakan salah satu kantong TKI terbanyak. “Dan salah satu tugas Kemensos adalah penanganan WNI-M KPO atau buruh migran yang bermasalah,” ujarnya.

Sementara Kadinsos Kabupaten Majalengka, Gandana Purwana mengatakan bimbingan sosial ini terwujud atas kerja keras LKS Mawar Persada yang berhasil mengumpulkan 350 eks TKI dari seluruh Kabupaten Majalengka. “Setelah bimbingan ini, eks TKI akan diberi modal usaha untuk bisa usaha di negeri sendiri dan meningkatkan taraf hidup eks TKI agar bisa hidup layak di negeri sendiri,” harapnya.

Ketua LKS Mawar Persada Eva St. Arofah mengatakan para eks migran korban perdagangan ini diberikan pelatihan membuat kue tart dan beauty class make up dan skin care. Bimbingan sosial bagi eks migran Majalengka dilaksanakan pada Jumat (27/9) dan Sabtu (28/9). (ara)

News Feed