oleh

Kabag Prokompim Masuki Masa Purnabakti

MAJALENGKA – Medio tahun 2020, sedikitnya 500 Aparatur Sipil Negara (ASN) Majalengka memasuki masa purnabakti atau pensiun. Hal tersebut disampaikan Bupati Majalengka DR H Karna Sobahi MMPd saat rapat koordinasi sekaligus launching wirausaha pintar Taspen di gedung Yudha Abdi Negara Setda Majalengka 10 Juni lalu.

Dari ratusan ASN tersebut, empat di antaranya adalah pejabat eselon II dan III Pemkab Majalengka yakni Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ir H Wawan Suwandi MP, Kabag Prokompim Hj Neni Sofia Iriani SSos, Camat Sukahaji Ade Sukardi SIP MSi, dan mantan Camat Sindangwangi Durahman SAg yang rencananya dilepas secara kedinasan di lapangan tenis Setda Senin (29/6).

Kabag Prokompim Hj Neni Sofia Iriani SSos membenarkan bahwa per 1 Juli 2020 mendatang dirinya memasuki masa purnabakti. Neni mengawali karir sebagai ASN sejak 23 Mei 1983 dengan golongan II/a. Golongan terakhir yang disandang Neni adalah IV/a sejak 1 Oktober 2013. Di akhir karirnya sebagai ASN, Neni lebih banyak berkutat di bagian humas Setda Majalengka.

Sempat menjadi Kasi Ekbang Kecamatan Cigasong di tahun 2004, Neni kemudian mutasi sebagai Kasubag Protokol Bagian Humas Setda di tahun yang sama. Kemudian mutasi sebagai Kasubag Pemberitaan dan Dokumentasi Humas Setda di tahun 2009, dam kembali menjabat Kasubag Protokol di tahun 2012.

Sempat menjabat Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Panyingkiran mulai 1 Oktober 2012, Neni kembali ke bagan humas dan promosi menjadi Kabag Humas Setda Majalengka di tahun 2016 yang berganti nomenklatur menjadi Kabag Protokoler di tahun yang sama. Neni mengakhiri pengabdian sebagai ASN sebagai Kabag Protokoler dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim).

Neni mengucapkan terima kasih kepada bupati dan wakil bupati serta para pejabat yang berjasa pada karirnya, dan semua pihak yang pernah bekerja sama khususnya rekan-rekan jurnalis. Sebagai pribadi dan atas nama lembaga, dirinya juga menghaturkan maaf jika selama bertugas banyak melakukan kesalahan.

Terkait kegiatan setelah purnabakti, Neni menegaskan sebagai seorang istri, ibu, dan nenek dirinya tentu akan memuliakan keluarga dan menjalani masa pensiun bersama keluarga. Seperti pesan bupati, minimal dirinya akan menjalani kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Selanjutnya saya mungkin akan menjalani apa yang ada dulu, sambil menikmati masa pensiun. Khususnya saya akan memperbaiki ibadah untuk bekal akhirat nanti, semoga diberi rizki panjang usia,” ujarnya.

Sementara Kasubag Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokompim Sulaeman Kurdi ST mengatakan, sosok Neni Iriani merupakan sosok ibu yang sabar dan telaten bagi anak-anaknya. Dipimpin Neni, menurut Pak Ule –sapaan akrabnya- seperti dibimbing seorang ibu bukan dipimpin seorang atasan.

“Bu Neni selalu mengingatkan dengan pendekatan keibuan, ketika anak-anaknya kurang fokus saat bekerja dan membimbing katika anak-anaknya kehilangan arah,” terang pak Ule.

Hal senada disampaikan Lita Dwi Marlika, Kasubag Komunikasi Pimpinan Bagian Prokompim. Neni menurutnya merupakan sosok pemimpin yang bijaksana, mengayomi, dan mendidik bawahannya dengan tulus. Neni juga menurutnya sangat teliti dan berhati-hati serta sangat terbuka.

“Beliau bekerja dan memimpin kami penuh dengan kasih sayang. Beliau juga bisa menciptakan suasana kerja yang hangat dan penuh kekeluargaan. Termasuk menciptakan semangat kerja bagi kami bawahannya,” pungkas Lita. (iim)

 

News Feed