oleh

Menikmati Wisata Pesona Alam Pasir Malati

MAJALENGKA- Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), warga di Desa Pasir Malati, Kecamatan Dawuan mulai beraktivitas seperti biasa. Sejumlah warga menikmati sarana wisata pesona alam yang berada di kawasan pesawahan dengan sarana yang sederhana, Sabtu (5/7). Terbuat dari bahan bekas dan bambu, lokasi wisata sederhana tersebut ternyata mampu menarik pengunjung untuk berswafoto.

Seorang pengunjung asal Desa Balida, Nia (35) mengatakan dirinya penasaran dengan postingan di medsos dengan wisata di Blok Bitung Gulung Desa Pasir Malati tersebut.

“Saya penasaran dan sengaja membawa anak- anak untuk bermain di lokasi wisata pesona alam ini. Suasananya, cukup indah dan asyik. Kami bisa refresing tidak jauh- jauh bersama keluarga, tinggal sarana dan prasarana permainan yang dilengkapi,” kata Nia.

Warga setempat yang juga perangkat Desa Pasir Malati, Neneng Suherni menambahkan kegiatan senam yang biasa dilakukan warga di Dusun I juga dialihkan ke kawasan Wisata Pesona Alam. “Di lokasi itu banyak pengunjung yang selfi di depan pohon yang ada tulisan unik dan menggelitik,” jelasnya.

Kadus I Pasir Malati, M Sadeli menambahkan tak jauh dari lokasi wisata itu, ada makam keramat Buyut Bitung Gulung yang merupakan kawasan cagar yang bisa dikembangkan untuk wisata ziarah.

Kepala Desa Pasir Malati, Tatang menyebutkan wisata yang dibangun atas inisiatif dari Karang Taruna yang didukung Pemdes dan tokoh masyarakat itu dibangun secara swadaya. Sarana itu baru satu bulan berdiri. Diakuinya pengembangan wisata alam ini, dimotori Karang Taruna dan tokoh masyarakat Irwan. “Kami akan support terus untuk pengembangan wisata ini dan wisata air dengan menyediakan perahu di Sungai Cimanuk. Kami juga akan memberikan kesempatan pengunjung memetik buah jambu merah dan jeruk lemon langsung di pohon. Kami ingin mewujudkan Desa Wisata, ” tutur Kades Tatang diiyakan anggota DPRD Kabupaten Majalengka, Ika Purnama Alam SAg.

Ika menambahkan jalan yang melintas di kawasan wisata Pesona Alam merupakan jalur track gowes menuju arah BIJB. Hanya saja karena belum ada jembatan penyeberangan di Sungai Cimanuk, sehingga pengguna jalan harus naik perahu penyebrangan.

“Kami sudah mengajukan jembatan untuk melintasi Sungai Cimanuk, paling tidak jembatan gantung,” kata politisi PKS asal Kecamatan Dawuan ini.(ara/opl)

News Feed