oleh

Desa Nanggerang Segera Miliki Rumah Produksi Anyaman Bambu

MAJALENGKA– Setelah menggelar monitoring dan kolaborasi, Kamis (10/9), Asri Mandiri Kotaku Majalengka melakukan prosesi peletakan batu pertama rumah produksi dan galeri anyaman bambu di Desa Nanggerang Kecamatan Leuwimunding, Jumat (16/10). Peletakan batu pertama dilakukan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Rumkintan) Hj Roppedah SPd MM.

Asisten Kota Mandiri Kotaku Kabupaten Majalengka Cecep Ferry Irawan mengatakan, pembangunan rumah produksi tersebut merupakan bagian dari PPMK infrastruktur yang bakal menunjang ekonomi masyarakat. Pembangunan rumah produksi anyaman bambu tersebut ditarget selesai November 2020.

Cecep menjelaskan Kotaku sudah ada sejak tahun 2008 dengan nama PNPM Mandiri dan berubah nama Kotaku sejak tahun 2016. Bahkan proyek Kotaku sudah ada di Desa Nanggerang yakni Taman Yudha Laksana. Kali ini Nanggerang juga menjadi satu-satunya desa di Majalengka yang mendapat program Livelihood tersebut.

“Peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh berkelanjutan perlu dukungan kegiatan penghidupan masyarakat atau sustainable livelihood. Dengan kata lain pengentasan kawasan kumuh harus didukung infrastruktur dan kegiatan yang berdampak pada ekonomi masyarakat,” ujar Cecep.

Sementara Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Rumkintan) Hj Roppedah SPd MM mengatakan, Bupati Majalengka bakal meresmikan rumah produksi tersebut jika sudah selesai. Ia menilai Desa Nanggerang beruntung karena desa lain juga mendambakan program Kotaku.

Roppedah berpesan jika bangunan sudah selesai agar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, dan bisa menjadi contoh serta memotivasi desa lain di Majalengka. Dia juga berpesan dalam proses pembangunan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Semoga proyek ini berdampak positif untuk ekonomi masyarakat, dan semoga pembangunannya tepat waktu. Setelah selesai mohon dirawat, karena yang berat adalah bukan membangunnya tapi memelihara dan memanfaatkannya,” kata Roppedah.

Hal senada disampaikan Camat Leuwimunding, Aay K Nurdiansyah SSTP. Dia meminta masyarakat Desa Naggerang memelihara dan memanfaatkan bangunan tersebut, karena bakal berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Peletakan batu pertama menurutnya monumental dan ikonik, karena mencerminkan Desa Nanggerang.

Selain bertani, masyarakat Desa Nanggerang menurut camat mengandalkan penghasilan dari kerajinan anyaman bambu. Diharapkan rumah produksi dan galeri anyaman bambu tersebut bisa meningkatkan kreativitas masyarakat, sehingga produksi anyaman bambu bisa lebih variatif dan semakin diminati.

“Di Leuwimunding, Nanggerang itu desa paling kecil dengan jumlah 2.000-an penduduk dan sekitar 600 kepala keluarga. Namun potensi Nanggerang sangat besar, khususnya di kerajinan anyaman bambu ini,” pungkasnya. (iim)

 

News Feed