37.923 KPM di Majalengka Terima BST

oleh -42 views
Rupiah Menguat

MAJALENGKA – Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial mulai didistribusikan ke masyarakat Kabupaten Majalengka, sejak Rabu (21/7). Tercatat data keseluruhan, ada sebanyak 37 ribu lebih masyarakat atau KPM (keluarga penerima manfaat) yang akan menerima bantuan senilai Rp600 ribu itu.

Kepala Dinas Sosial Majalengka, dr H Gandana Purwana mengatakan pendistribusian itu akan terus dilangsungkan hingga akhir Juli atau Sabtu (31/7) mendatang. Bantuan Sosial Tunai (BST) ini disalurkan  untuk dua bulan yakni Mei dan Juni atau tahap ke-12 dan 13. Sehingga setiap penerima manfaat akan menerima sebesar Rp600 ribu.

“Penyaluran bantuan dilakukan oleh PT Pos di Kantor Desa setempat atau kantor yang mudah dijangkau oleh masyarakat penerima bantuan,” ujar Gandana.

Total penerima BST di Kabupaten Majalengka mencapai 37.923 KPM. Data itu muncul dari Pusdatin Kemensos. Yang mana, pemerintah daerah hanya menyalurkan saja. “Besarannya 2 kali. Per bulan itu Rp300 ribu,” ucapnya.

Saat ini, sudah ada 3.833 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah menerima. Mereka berasal dari tiga kecamatan yang memang menjadi daerah pertama pendistribusian.

Kemudian hari ini ada Kecamatan Maja. Untuk Kecamatan Argapura, Banjaran dan Talaga pada tanggal 23 Juli besok (hari ini). Setelah itu Kecamatan Cikijing dan Cingambul, jadwal pendistribusian untuk Kecamatan Bantarujeg, Malausma dan Lemahsugih pada tanggal 25 Juli.

Dua hari berikutnya adalah Kecamatan  Jatiwangi dan Kertajati, kemudian Ligung dan Jatitujuh. Di hari Rabu (28/7) kemarin pendistribusian untuk Kadipaten, Kasokandel dan Dawuan.

Kemudian Sukahaji dan Sindang setelah itu Rajagaluh dan Sindangwangi, serta terakhir Kecamatan Leuwimunding, Sumberjaya dan Palasah. “Jumlah penerima terbanyak berada di Kecamatan Jatiwangi sebanyak 2.366 penerima, disusul Kecamatan Maja sebanyak 2.336 dan Rajagaluh 2.286 penerima bantuan,” tandasnya.

Sementara itu, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi masyarakat penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk menerima bantuan. Salah satunya, harus mendapatkan surat panggilan dari kantor pos. Selain itu, kartu keluarga (KK) dan KTP juga harus disertakan. “Yang penting sesuai surat panggilan kantor pos, KK dan KTP,” jelas Gandana.

Disamping itu selama pelaksanaan penerimaan bantuan, masyarakat juga harus mematuhi protokol kesehatan. Seperti, memakai masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan.

“Karena akan dilakukan dengan sangat ketat dijaga oleh petugas kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja untuk menghindari terjadinya kerumunan masa yang dikhawatirkan memicu terjadinya penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Di tempat penyaluran pun akan diatur oleh petugas pos dengan menjaga jarak masuk, dan semua yang datang dipastikan menggunakan masker.

Disinggung harus menyertai kartu vaksin, Gandana menyambut baik usulan tersebut. Namun, yang jelas syarat yang lainnya harus ada. Ia menambahkan, pihaknya berharap pendistribusian bantuan tersebut selesai sesuai jadwal yang telah dibuat bersama dengan kantor pos dan pihak bank.

Bagi penerima yang mengalami kendala seperti yang tengah sakit atau tidak bisa datang ke tempat penyaluran atau Kantor Pos karena sudah tua, maka dana akan diserahkan langsung ke rumahnya masing-masing, namun dilakukan setelah pendistribusian jadwal utama selesai.

“Tapi kami pastikan semua terdistribusikan dan mereka yang tidak bisa datang diantar ke rumahnya oleh petugas,” tukasnya. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.