Ayo Sadari, Karena Stroke Tidak Menular Tapi Mematikan

oleh -9 views
Shafa Nurrohmah Fajriyani R

Oleh: Shafa Nurrohmah F R Magister Sains Psikologi Unpad

Pengertian Stroke

MENURUT World Health Organization (WHO) stroke adalah suatu kondisi dimana pasokan darah ke otak terganggu akibat adanya penyumbatan atau pembuluh darah pecah. Jika pasokan darah terganggu, maka otak dan nutrisi tidak akan tersalurkan sehingga sel-sel pada bagian area otak akan mati.

Sehingga kondisi ini menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan otak akan rusak dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Stroke sebagai bagian dari penyakit kardioserebrovaskular yang digolongkan kedalam penyakit katastropik karena mempunyai dampak luas secara ekonomi dan sosial. Penyakit stroke selain menyebabkan kecacatan permanen tentunya dapat mempengaruhi produktivitas penderitanya.

Informasi Stroke Terkini

Faktanya stroke merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia pertahunnya. Datanya menunjukkan 1 dari 4 orang mengalami stroke, padahal sesungguhnya stroke dapat dicegah dari awal.  Data dari World Stroke Organization menunjukkan bahwa setiap tahunnya ada 13,7 juta kasus baru mengenai stroke dan sekitar 5,5 juta kematian terjadi. Sekitar 70% penyakit stroke dan 87% kematian dan disabilitas akibat stroke terjadi pada negara berpendapatan rendah dan menengah. Lebih dari empat dekade terakhir, kejadian stroke pada negara berpendapatan rendah dan menengah meningkat lebih dari dua kali lipat (Infodatin Kemenkes, 2019). Sementara itu, kejadian stroke pada negara berpendapatan tinggi menurun sebanyak 42%. Kondisi stroke di Indonesia berdasarkan Data Riskesdas pada tahun 2013 menunjukkan bahwa prevalensi stroke mengalami peningkatan yang cukup besar. Dari 7 per seribu penduduk menjadi 10,9 per seribu penduduk. Secara nasional, prevalensi stroke di Indonesia tahun 2018 berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk ≥15 tahun sebesar 10,9% atau diperkirakan sebanyak 2.120.362 orang. Provinsi Kalimantan Timur dan DI Yogyakarta merupakan provinsi dengan prevalensi stroke tertinggi di Indonesia yaitu sebanyak 14,7% dan 14,6%. Sementara itu, Papua dan Maluku Utara memiliki prevalensi stroke terendah dibandingkan provinsi lainnya yaitu 4,1% dan 4,6%. Tak hanya itu, sepanjang tahun 2017 sebanyak 29,2 % kematian di Indonesia disebabkan oleh stroke (Idntimes.com). Jadi bisa dibilang bahwa stroke ini menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia. 

Penyakit stroke ini memiliki dampak besar terhadap ekonomi dan sosial masyarakat. Menurut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terjadi kenaikan total pembiayaan pelayanan kesehatan dari tahun 2016 sampai dengan 2018 sekitar 4 triliun rupiah. Penyakit stroke ini merupakan salah satu penyakit dengan biaya tertinggi yang menghabiskan biaya pelayanan sebesar 2,56 triliun pada tahun 2018 (BPJS, 2019). Hal ini dikarenakan, terus meningkatnya jumlah pasien stroke sehingga biaya pelayanan kesehatan pun terus meningkat. Penyakit stroke ini perlu mendapat perhatian serius karena berdampak besar terhadap perkembangan sosio-ekonomi negara.

Gejala-Gejala dan Tanda Stroke

Maka dari itu, pentingnya kita sebagai masyarakat untuk menyadari lebih awal mengenai penyakit stroke ini dimulai dari melihat gajalanya untuk meminimalisir dampak buruk penyakit stroke. Pasien yang terkena penyakit stroke ini sangat butuh penanganan yang tepat dan sesegera mungkin. Penanganan yang tepat dari tenaga medis dari jangka waktu antara 3 hingga 4,5 jam dari gejala awal diharapkan dapat mengurangi risiko kematian dan kecacatan permanen bagi penderitanya. Namun selain mengandalkan tenaga medis itu, kita juga bisa mengenali gejala dan tanda-tanda stroke dengan mengingat slogan dari Kemenkes RI pada tahun 2019 yaitu SeGeRa Ke RS. Ini merupakan slogan dengan singkatan dari Se=Senyum yang tidak simetris (mencong ke sebelah sisi) sehingga akan sulit menelan air minum secara tiba-tiba, Ge=Gerakan dari separuh angggota tubuh tiba-tiba melemah, Ra=bicaRA terganggu tiba-tiba, sulit dimengerti dan tidak jelas, Ke=Kebas atau kesemutan separuh tubuh, R=Rabun, penglihatan menjadi kabur secara tiba-tiba, dan S=Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya yang menyebabkan gangguan keseimbangan seperti terasa berputar dan gerakan sulit dikoordinasi.

Jika kita telah mengenali gejala dan tanda-tanda stroke, kita juga perlu mengetahui faktor risiko dari penyakit stroke, meliputi faktor kesehatan yaitu:

1) Hipertensi.

2). Diabetes

3). Kolesterol tinggi

4). Obesitas

5). Penyakit jantung

6). Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan seseorang berhenti sementara selama beberapa kali saat sedang tidur.

Selain dari faktor kesehatan, faktor risiko dari gaya hidup pun bisa meningkatkan risiko stroke diantaranya:

1). Merokok

2). Kurang olahraga atau aktivitas fisik

3). Konsumsi obat-obat terlarang

4). Kecanduan alkohol. 

Faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko stroke yaitu faktor keturunan dan bertambahnya usia. Jika orang yang memiliki anggota keluarga pernah mengalami stroke, maka anggota keluarga lainnya pun memiliki risiko tertinggi untuk mengalami penyakit yang sama juga.  Begitu pun dengan bertambahnya usia, seseorang yang sudah berumur diatas 65 tahun memiliki risiko terkena stroke lebih tinggi dibandingkan usia yang lebih muda namun tidak menutup kemungkinan di usia muda juga bisa terkena stroke.

Cara Mencegah Stroke

Melansir dari buku yang berjudul Stroke: Cegah dan Obati Sendiri (2016) karya dr. Wening Sari M. Kes, dkk., menyarankan beberapa cara dalam mencegah stroke, diantaranya:  Pertama, ketahui faktor risiko stroke. Jika berkonsultasi dengan dokter, dokter akan memberi tahu faktor risiko apa saja yang menyebabkan terjadinya stroke, serta menyarankan tindakan apa saja yang harus dilakukan supaya bisa mengendalikan faktor risiko tersebut.  Kedua, cek tekanan darah secara rutin. Hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi penyebab utama terjadinya stroke. Jika seseorang mengalami tekanan darah yang terlalu tinggi maka semakin besar pula risiko orang tersebut terkena serangan stroke. Oleh karena itu, penting sekali untuk selalu mengecek berapa tekanan darah. Apabila tekanan darah selalu diatas 140/90 mmHg, dianjurkan untuk segera mendatangi dokter dan berkonsultasi mengenai penanganan selanjutnya.  Ketiga, cek apakah terdeteksi menderita penyakit jantung.  Penyakit jantung ini biasanya diketahui berdasarkan keluhan dan pemeriksaan medis secara berkala, jika anda merasakan beberapa hal berikut, disarankan untuk segera mendatangi dokter seperti dada terasa berdebar-debar, irama jantung tidak beraturan, mudah lelah setelah beraktifitas, nyeri pada dada bagian sebelah kiri yang menjalar ke bahu atau punggung kiri. Keempat, kendalikan diabetes. Jika anda telah terkena diabetes, maka kendalikan dengan melakukan diet rendah karbohidrat terutama dengan kadar gula tinggi, olahraga serta konsumsi antidiabetic jika diperlukan. Kelima, turunkan kolesterol. Kadar kolesterol yang tinggi dapat diturunkan dengan mengatur pola makan, perbanyak mengkonsumsi sayur serta buah untuk menjaga kadar kolesterol tetap stabil. Jangan lupa untuk melakukan olahraga secara rutin untuk membantu mengurangi kadar kolesterol tersebut.  Keenam, berhenti merokok. Jika anda perokok aktif, usahakan untuk berhenti mulai dari sekarang, memang perlu motivasi yang kuat untuk bisa berhenti merokok namun saat ini dapat diatasi dengan obat-obatan yang sifatnya sebagai terapi pengganti atau menghilangkan ketergantungan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi sejumlah penyakit terutama stroke. Ketujuh, menerapkan pola makan sehat. Mulai saat ini penting untuk menghindari makanan yang mengandung lemak tinggi terlebih lagi jika lemak jenuh serta kurangi asupan garam, hal ini terbukti dapat mencegah penyakit stroke terjadi. Kedelapan, hindari stress dan rajin berolahraga.  Dengan selalu berpikir positif merupakan salah satu cara menghindari stress ditengah kehidupan yang dijalani. Karena apabila terus dibiarkan, stress yang terlalu berat terbukti bisa memicu terjadinya stroke. Selain berpikir positif, rajin berolahraga juga bisa bermanfaat untuk mencegah stress hingga stroke.

Betapa pentingnya untuk menyadari stroke sejak dini, meskipun stroke bukan penyakit menular tetapi memiliki dampak yang kompleks meliputi bio-psiko-sosial dan spiritual bagi penderitanya. Sehingga kompleksitas masalah yang ditemui para penderita stroke ini memerlukan dukungan baik dari diri sendiri, keluarga, teman, komunitas bahkan pemerintah sangat mempengaruhi dalam upaya pencegahan dan penangan stroke.  Jika seseorang telah menderita stroke, intervensi selfmanagement masih sangat diperlukan, dimana penderita stroke memonitor dan memanajemen penyakitnya melalui tindakan yang proaktif dengan melakukan pengobatan serta mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya untuk mempercepat pemulihan. Proses pemulihan dan perawatan stroke ini memerlukan waktu yang lama terutama pada penderita stroke berat. Oleh karena itu, peran keluarga juga sangat penting dalam pemulihan dan perawatan bagi penderita stroke. Keterlibatan keluarga telah terbukti meningkatkan efektifitas dalam perawatan penderita stroke karena keluarga memainkan suatu peran yang bersifat mendukung selama masa penyembuhan dan pemulihan stroke (Yaslina, 2012). Sementara itu, bagi keluarga yang belum terkena stroke juga bisa jauh lebih waspada karena sudah diberi pemahaman mengenai stroke, mulai dari penyebab, tanda dan gejala stroke hingga cara pencegahannya dengan menerapkan hidup yang lebih sehat. Intervensi dari teman maupun komunitas pasien stroke dalam pencegahan dan perawatan penderita stroke bisa dilakukan mulai dari melakukan hidup sehat dengan berolahraga bersama, seperti bersepeda bersama komunitas, senam sehat, jalan santai. Sesama penderita stroke yang terkumpul dalam suatu komunitas bisa saling mendukung dan bercerita mengenai pengalaman masing masing. Selain itu, penguatan mental dan rohani juga bisa dilakukan melalui kegiatan bersama komunitas dengan menghadiri pengajian yang diselenggarakan secara khusus oleh komunitas stroke, agar supaya penderita stroke bisa tetap optimis dan semagat menjalani kehidupan. Upaya pemerintah dalam pencegahan dan perawatan penderita stroke pun telah dilakukan Kementrian Kesehatan RI dengan menganjurkan untuk meningkatkan gaya hidup sehat dengan perilaku “CERDIK” yaitu:

C=Cek kesehatan secara berkala

E=Enyahkan asap rokok

R=Rajin beraktifitas fisik

D=Diet sehat, dan seimbang

I=Istirahat cukup dan

K=Kelola stress.

CERDIK ini merupakan slogan yang berisi pesan supaya mudah diingat agar masyarakat memahami dan mempraktikan gaya hidup sehat untuk mencegah terkena penyakit stroke. Dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular termasuk stroke, pemerintah fokus pada upaya promotif dan preventif dengan tidak meninggalkan upaya kuratif dan rehabilitatif diantaranya dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2017. Selain itu, selain GERMAS, Perhimpunan Dokter Spesialis Indonesia (Perdossi) bekerja sama dengan Boehringer Ingelheim dengan meluncurkan ANGELS Initiative pada April 2017. ANGELS Initiative ini merupakan inisiatif dan komitmen Boehringer Ingelheim dalam meningkatkan pelayanan rumah sakit khususnya dalam penangan stroke secara terpadu untuk mengurangi angka kejadian stroke. Untuk menekan prevalensi stroke, ANGELS Initiative bekerja sama dengan para ahli pembimbing stroke diseluruh dunia dalam mengadakan dan meningkatkan kualitas Stroke Centre melalui program pelatihan penanganan stroke, penyediaan perlengkapan pelatihan, penunjangan proses optimasi di rumah sakit, dan penyediaan sarana sebagai wadah komunikasi dan akses bimbingan dari stroke spesialis (www.p2ptm.kemkes.go.id).

Simpulan dan Saran

Kesehatan merupakan hal mendasar yang harus dicapai untuk dapat hidup lebih produktif. Meskipun penganan stroke di Indonesia masih belum optimal dilihat dari peningkatan prevalensi faktor risiko dan capaian skrining kesehatan usia produktif yang masih rendah. Selain itu, belum semua RS di Indonesia memiliki perangkat diagnostic maupun tim penangan stroke yang lengkap dan terpadu, menyediakan fasilitas pelayanan stroke, serta memiliki tim untuk menangani stroke dengan kompetensi khusus perawatan stroke. Tetapi dengan berkomitmen dan melakukan perubahan perilaku dalam menerapkan budaya hidup bersih dan sehat, dukungan dan peran dari lingkungan sekitar juga sangat berpengaruh dalam mewujudkan kesehatan, sehingga penting untuk mengutamakan pembangunan berawawasan kesehatan disegala sector agar tercapai SDM unggul dan Indonesia Maju. (*/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.