Begini Kronologi Pembacokan Warga Paningkiran oleh Oknum Geng Motor: Ada 9 Luka Bacokan

oleh -82 views
Kondisi Asep Sunardi (31) warga Desa Paningkiran, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka yang menjadi korban pengeroyokan geng motor sudah pulih. (Foto: Ono Cahyono/Radar Majalengka)
Kondisi Asep Sunardi (31) warga Desa Paningkiran, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka yang menjadi korban pengeroyokan geng motor sudah pulih. (Foto: Ono Cahyono/Radar Majalengka)

MAJALENGKA – Kondisi Asep Sunardi (31) warga Desa Paningkiran, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka yang menjadi korban pengeroyokan pria gerombolan bermotor sudah pulih.

Kini ia berada di rumahnya setelah beberapa hari mendapatkan perawatan intensif di RS Mitra Plumbon, Cirebon.

Asep menceritakan kronologi saat menjadi korban pembacokan oleh kawanan geng motor pada Minggu (14/11/2021) dini hari. Asep menerangkan mendapatkan luka di tubuh cukup banyak.

“Luka yang paling parah di bagian dada. Kalau dihitung semuanya ada 9 luka bacokan,” tutur Asep, di kediamannya, Rabu (17/11/2021).

Asep menuturkan, kejadian bermula saat ia tertidur di depan bengkelnya yang berada persis di seberang minimarket, tepatnya di Jalan Raya Parapatan-Rajagaluh. Saat itu, ia sedang bersama satu temannya bernama Agung.

“Bengkel memang sudah tutup. Saya sudah biasa bareng Agung nongkrong depan bengkel, apalagi memang malam Minggu,” katanya.

Suasana menjadi mencekam, setelah teman dari Agung bernama Febri tiba di lokasi kejadian.

Beberapa saat selang kedatangan Febri, mulai datang kawanan geng motor berjumlah enam orang dengan tiga sepeda motor.

“Saya tersadar saat saya sudah dibacok-bacok oleh dua orang. Sementara Agung dan Febri sudah kabur ke belakang bengkel,” terangnya.

Kawanan geng motor juga tetap melakukan aksi brutalnya saat Asep lari ke kamar di dalam bengkel.

Gerombolan geng motor tersebut tetap mengejarnya dan melakukan pembacokan.

“Saya terdesak dan tersungkur banyak darah di kamar. Tangan, dada dan punggung kena luka bacok,” jelasnya.

Sementara, kakak korban, Dadang Darmini mengaku kasus yang menimpa adiknya sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Sejumlah barang bukti, termasuk parang yang tertinggal di lokasi kejadian juga telah diamankan.

“Teman adik saya ada di Polsek Sumberjaya sedang dimintai keterangan. Semoga kasus ini cepat terungkap. Para pelaku ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Jangan sampai ada korban berikutnya,” harap Darmini. (ono/radarmajalengka)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.