Bolu Batik Ginding Diminati Pelanggan

oleh -81 views
KEARIFAN LOKAL: Ownwer Bolu d&b Cake Imma Tresna Mahasari menunjukkan Bolu Ginding Majalengka. FOTO:ALMUARAS/ RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Bolu Batik Ginding yang diproduksi oleh d&b Cake Majalengka ternyata mendapatkan  respons positif dari  konsumen dan  para langganan d&b.

Owner d&b Cake Majalengka, Imma Tresna Mahasari menyatakan, setelah Bolu Batik Ginding menjadi satu-satunya duta dari Provinsi Jawa Barat untuk mengikuti ajang kompetisi kreasi kolaborasi kuliner berbahan baku lokal tingkat nasional, kini banyak pesanan Bolu Batik Ginding tersebut.

Dijelaskan, harga Bolu Batik Ginding kecil Rp100 ribu dan ukuran yang lebih panjang  seharga Rp 200 ribu.

Ia menyebutkan bahwa dirinya sudah lama memiliki keinginan untuk membuat produk yang mengangkat kelokalan Majalengka.

Pada ajang kompetisi kreasi kolaborasi kuliner asli Majalengka bersama Teh Botol Sosro, d&b Cake menjadi juara pertama tingkat Kabupaten Majalengka pada Oktober 2021 lalu.

Diakuinya, ia mulai merintis usaha bolu dan  cake sejak tahun 2018 lalu, berawal saat anaknya ulang tahun dirinya membuat bolu dan dibagikan kepada banyak teman.  “Eh, ternyata bolu tersebut  katanya enak dan banyak yang pesan,” ujar Imma kepada Radar, kemarin.

Ia bersyukur kini telah memiliki 8 pegawai untuk memenuhi pesanan para langganannya, tidak hanya dari Majalengka, tapi juga dari Cirebon, Sumedang hingga Bandung.

“Kami mempromosikan bolu & Cake serta aneka kue melalui medsos instagram. Ada konsumen dari Cigugur Kuningan yang memesan bolu  dan berani membayar ongkos kirim mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta,” tuturnya.

Ia tidak menampik harga bolu & Cake buatannya harganya relatif lebih tinggi dari  bolu  pasaran lainnya. “Kami memiliki pasar tersendiri, dan soal harga itu relatif karena tingkat ekonomi masyarakat Majalengka juga kini semakin meningkat,” kata putri bungsu pasangan H Nana Ruanadiatman dan Hj Atik Kartikah (alm.

Imma menambahkan d&b juga menerima pesanan  snack box dengan harga minimal Rp15 ribu untuk 3 jenis kue dan menerima pesanan nasi tumpeng.

Sudah lama, ia mengaku ingin membuat bolu dan kue khas Majalengka yang mengangkat  kearifan lokal Majalengka.

Diungkapkan wanita berjilbab alumni SMAN 1 Majalengka ini, telah mengenal batik Herty Elit yang membuat batik khas Majalengka di antaranya adalah batik motif gedong gincu.

Seperti gayung bersambut, pada kompetisi kreasi kolaborasi kuliner asli Majalengka ini dirinya ingin mengangkat kearifan lokal  Majalengka yakni buah gedong gincu.

Selanjutnya produk Bolu Batik Ginding ini akan berkompetisi di tingkat nasional. Dijadwalkan  pada 29  Januari 2022 mendatang akan berlomba ke Jakarta untuk berkompetisi dengan peserta dari 5 kabupaten/kota lainnya se-Indonesia, yakni dari Kota Malang, Yogyakarta, Solo, Palembang dan Pontianak,” bebernya.

Disebutkannya, para peserta  kompetisi kuliner tingkat nasional ini berasal dari kota-kota besar  dan hanya Majalengka yang tergolong kota kecil dan belum dikenal luas seperti kota lainnya.

“Tapi semoga d&b bisa memberikan yang terbaik sehingga membawa nama harum Kabupaten Majalengka,” kata ibu dua anak   kelahiran  Majalengka, 4 januari 1986 ini.

Menurutnya, Bolu Batik Ginding merupakan budaya dalam balutan rasa menggunakan jenis bolu panggang menghasilkan tekstur yang jauh lebih lembut.

Bolu Batik Ginding ini berisi selai mangga gedong gincu, puding mangga gedong gincu, jeli  sosro, dipadukan dengan krim sosro dan sentuhan motif batik gedong gincu yang merupakan motif batik Majalengka, menjadikan perpaduan yang sempurna tak hanya memanjakan lidah namun juga memanjakan mata.

Dikatakan alumni SMPN 3 Majalengka ini, Bolu Batik Ginding adalah sebuah produk yang lahir dari hasil kreasi kolaborasi kuliner asli  Majalengka bersama Teh Botol Sosro dibuat dengan sepenuh hati dan sejuta cinta dari  Majalengka.

Imma bersyukur menjadi pemenang pertama kompetisi kreasi kuliner lokal yang merupakan program gerakan @localsunite.id bersama dengan @majalengka.exotic_food dan bisa mengikuti tingkat nasional.

Satu satunya wakil dari Provinsi Jawa Barat, sehingga Ketua PKK Jabar, Hj Attalia Ridwan Kamil ikut  mensupport dan mempromosikan Bolu Ginding Majalengka tersebut melalui media sosial instagram.

Dijelaskan dia, Bolu Batik Ginding semula namanya  Bolu Gulung Batik Gincu Puding Sosro.

Diakuinya, sifat mangga cenderung mempunyai kadar air yang cukup tinggi, dan agar komposisi mangga yang digunakan banyak maka dikemas dalam puding, selai mangganya pun dibuat home made asli dari buah mangga gedong gincu tanpa pengawet dan pemanis buatan.

“Semoga Bolu Batik Ginding bisa membawa nama baik Kabupaten Majalengka ditingkat nasional,” harap wanita yang tinggal di sebelah timur kantor Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka ini. (ara/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.