Bupati Akhirnya Bisa Divaksin

oleh -15 views
AKHIRNYA BISA: Bupati Dr H Karna Sobahi MMPd saat melakukan tahapan skrining dan gagal divaksin pada launching di Pendopo Majalengka beberapa waktu lalu. Namun saat ini bupati bisa divaksin setelah adanya regulasi baru dari pemerintah. DOKUMEN/Radar Majalengka

MAJALENGKA – Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd akhirnya bisa menjalani tahapan vaksinasi setelah, sebelumnya sempat dilarang karena usianya yang telah melebihi ketentuan. Pelaksanaan vaksinasi kepada orang nomor satu di Majalengka itu telah dilakukan pada akhir pekan lalu.

Bupati Karna menyatakan bersyukur bisa menjadi orang yang ambil bagian dalam pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat tersebut. Ia mendapat kabar, bahwa pemerintah mengubah peraturan baru yang memperbolehkan kelompok lanjut usia (lansia) untuk divaksin Covid-19.

“Alhamdulillah saya sudah. Kemarin (Minggu) saya disuntik tahap satu. Nanti jadwal disuntik lagi 28 hari setelah tahap pertama. Usia lansia seperti saya bukan 14 hari untuk vaksinasi tahap kedua,” ujar Karna, saat dikonfirmasi.

Karna menjelaskan, setelah disuntik vaksin, dirinya tidak merasakan gejala apapun. Sama saja seperti disuntik vaksin meningitis sebelum berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah. “Biasa saja ternyata, tidak seperti kabar yang beredar di luar tentang vaksin ini,” tegasnya.

Ia berharap, masyarakat tidak terbebani dan tidak takut untuk disuntik vaksin jika waktunya telah tiba. Saat ini, vaksinasi di Kabupaten Majalengka telah memasuki tahap kedua.

Sebelumnya, Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd yang saat ini berusia 67 tahun gagal disuntik vaksin saat launching vaksinasi Covid-19 di Pendopo Majalengka karena alasan usia lanjut. Namun, saat ini ada peraturan baru yang membolehkan lansia untuk disuntik vaksin jenis sinovac tersebut.

Sementara itu, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanulhaq mengapresiasi kepada pemerintah yang telah bekerja cepat dalam penanganan Covid-19, khususnya kepada Ketua Satgas Penanganan Covid-19 DPR RI, DR A Muhaimin Iskandar, yang juga wakil ketua DPR RI.

Ia yang baru saja menjalani proses vaksinasi Covid-19 di Gedung Nusantara III DPR RI, Kamis (25/2) lalu mengatakan bahwa vaksinasi adalah salah satu upaya agar Indonesia bisa keluar dari pandemi Covid-19. “Sebelum divaksin saya harus menjalani pemeriksaan identitas, kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan dan setalah itu disuntik vaksin Covid-19. Usai disuntik, saya juga diobservasi selama 30 menit,” jelasnya, Jumat (26/2).

Menurutnya, ini menjadi langkah awal untuk masyarakat Indonesia keluar dari pandemi Covid-19, dan bisa melakukan aktivitas sehari-hari secara normal. Indonesia kembali berjalan menuju Indonesia yang lebih maju.

Kang Maman juga mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia agar siap menerima vaksin. Ia juga mendorong pemerintah agar mencukupi kebutuhan vaksin sehingga proses vaksinasi bisa berjalan lebih cepat.

Ia tetap mengingatkan kepada masyarakat agar tidak lengah dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Vaksinasi sangat penting untuk menguatkan imunitas dan  menyelamatkan masyarakat dari Covid-19. “Setelah divaksin tetap prokes dilakukan. Memakai masker, jaga jarak, jaga kesehatan, dan terus bekerja untuk Indonesia yang lebih baik,” imbaunya.

Ia mengajak kader PKB dan seluruh bangsa Indonesia agar segera divaksin. Itu akan mempercepat melawan Covid dan memudahkan menjadi negara yang lebih maju. Proses vaksinasi berjalan dengan prosedural yang aman. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *