Bupati, Ketua DPRD dan Kadinkes Gagal Divaksin

oleh -18 views
VAKSINASI DIMULAI: Sebanyak 10 pejabat menunggu giliran pemanggilan saat launching di Pendopo Majalengka. Dari 10 orang tersebut, bupati, ketua DPRD dan kadinkes gagal disuntik vaksin. FOTO: ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Proses vaksinasi di Kabupaten Majalengka tahap pertama mulai diluncurkan, Senin (1/2). Launching vaksinasi tersebut dilakukan di  Pendopo Majalengka. Namun dari 10 orang pejabat publik tersebut ada tiga nama yang gagal disuntik vaksin. Yakni Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd, Ketua DPRD Majalengka Drs H Edy Annas Junaedi MM, serta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Majalengka H Alimudin SSos MM MMKes.

“Ya dari 10 orang termasuk saya ini tidak memenuhi syarat saat proses pemeriksaan (skrining). Karena riset vaksin Sinovac ini untuk usia 18 sampai dengan 59 tahun. Kalau beda sedikit saja tentu tidak bisa,” kata Bupati Karna sepada wartawan, Senin (1/2).

Bupati menjelaskan dari ke-10 orang tersebut juga hanya ada beberapa saja yang disuntik vaksin saat launching di Pendopo Majalengka. Sementara kedua direktur RSUD baik Majalengka, dan Cideres serta ketua IDI kondisi kesehatan tidak lolos skrining karena tensi. Sehingga petugas tidak mengambil risiko karena usia dan kesehatan. Namun untuk tensi itu insidental dan bisa dilakukan setelah kondisinya normal.

“Saya berupaya menanyakan keberadaan vaksin yang berlaku untuk semua orang. Namun sampai saat ini belum ada. Kenapa dilakukan hari ini (kemarin, red) dari jadwal sebelumnya Rabu (3/2) karena agar proses vaksinasi lebih cepat diterima nakes dan masyarakat Majalengka,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana menjadi salah satu pejabat publik yang lolos skrining dan disuntik vaksin. Usai divaksin, wabup mengatakan tubuhnya merasa segar. Ia tidak merasakan adanya gejala yang mengakibatkan tubuhnya sulit beraktivitas.

“Setelah divaksin sekitar 30 menitan kondisi saya sama sekali tidak merasakan apapun,” tuturnya.

Wabup mengaku siap sebagai pejabat publik di Majalengka untuk divaksin karena sebagai upaya dan kerja keras bagi pemerintah. Khususnya untuk meyakinkan masyarakat kalau vaksin tersebut aman. Karenanya masyarakat jangan takut untuk divaksin. Setelah melakukan vaksinasi ini lebih meyakinkan seperti yang dicontohkan presiden RI dan pejabat lainnya.

“Saya harus berani dan memberikan contoh kepada masyarakat. Vaksin ini untuk meningkatkan imunitas dan memutus mata rantai Covid-19,” tandasnya. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.