Bupati Klaim Tumbuh 0,86%, Kondisi Ekonomi di Kabupaten Majalengka Masih Stabil

oleh -8 views
Bupati Majalengka, Dr H Karna Sobahi MMPd. (Foto: Dokumen)
Bupati Majalengka, Dr H Karna Sobahi MMPd. (Foto: Dokumen)

MAJALENGKA – Untuk memperkuat strategi dan komitmen dalam pemulihan ekonomi khususnya pengendalian inflasi daerah di Kabupaten Majalengka, pemkab bersinergi dengan Bank Indonesia (BI) Cabang Cirebon menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi daerah. Rakor dipimpin langsung oleh bupati Majalengka bertempat di Gedung Yudha Karya Abdi Negara, Senin (30/8).

Rakor berjalan dengan penerapan prokes yang ketat, di mana seluruh tamu undangan yang mengikuti kegiatan terlebih dahulu melakukan tes Covid-19 dan adanya pembatasan peserta rakor.

Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pimpinan Bank Indonesia Cabang Cirebon beserta jajarannya atas keikutsertaannya mengikuti kegiatan rakor yang membahas seputar isu penting dan strategis. Menyangkut perekonomian di masa pandemi khususnya di Kabupaten Majalengka.

Pandemi Covid-19 telah berdampak tidak hanya pada kesehatan, namun berimbas pada perekonomian di semua tingkatan. Meskipun di tengah pandemi yang memporak-porandakan tatanan kehidupan di berbagai aspek, patut disyukuri di Kabupaten Majalengka laju pertumbuhan ekonomi (LPE) masih sangat stabil dan baik.

Hal tersebut ditunjukkan dari data BPS pada tahun 2020, LPE Majalengka masih tetap kuat dan bertahan. Bahkan, memiliki nilai tertinggi kedua se-Jawa Barat, yaitu berada di angka positif yakni di angka 0.86 persen.

“Itu artinya meskipun di tengah pandemi Covid-19, laju pertumbuhan ekonomi masyarakat Majalengka masih stabil dan tidak terlalu terdampak hebat seperti di daerah lain di luar Majalengka,” klaim bupati.

Disamping LPE stabil, berkat kerja keras bersama dalam upaya pengendalian Inflasi daerah, Kabupaten Majalengka berhasil mendapatkan apresiasi penghargaan dari Provinsi Jawa Barat. Yaitu, telah diraihnya penghargaan Pinunjul (Program Inflasi Juara Lahir Batin) peringkat ke-5 untuk kategori Kabupaten/Kota Non IHK.

“Hal tersebut tentunya merupakan suatu kebanggaan bagi Pemkab Majalengka atas prestasi tersebut. Sehingga perlu untuk ditingkatkan serta terus melakukan evaluasi, agar ke depan mendapat hasil yang lebih baik lagi. Baik itu ditingkat provinsi maupun nasional,” kata bupati.

Bupati menegaskan, peran TPID tidak hanya fokus mengendalikan inflasi saja, tetapi harus mampu mendorong ekonomi tumbuh semakin produktif, dan memanfaatkan momentum pandemi ini untuk meningkatkan nilai tambah di sektor pertanian.

Pasalnya sektor tersebut merupakan salah satu sektor unggulan di Kabupaten Majalengka, disamping harus tetap melakukan pendampingan bagi para petani dengan memanfaatkan platform digital untuk mendorong peningkatan produksi pertanian.

Upaya penting lainnya dalam evaluasi pengendalian inflasi di Kabupaten Majalengka harus dilakukan, yakni memaksimalkan strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkaun Harga, Kelancaran Distribusi dan kelancaran Komunikasi).

“Serta perlu adanya inovasi pengendalian inflasi yang didukung dengan pemanfaatan teknologi informasi, serta adanya dukungan kerja sama berbagai pihak,” tandas Karna.

Rapat Koordinasi tersebut dihadiri oleh Wakil bupati, sekda, kepala BPS Kabupaten Majalengka, pimpinan BI Cabang Cirebon beserta jajarannya, para kepala OPD yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), direktur RSUD, dirut Perumda, dan para camat melalui virtual. (ono/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.