Bupati: Penanganan Sampah Harus Menjadi Gerakan Masyarakat

oleh -7 views
KOMPAK: Bupati Majalengka foto bersama pejabat dan perwakilan elemen masyarakat saat peringatan World Cleanup Day di lapangan GGM. FOTO:ISTIMEWA/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) atau Hari Bersih-bersih Sedunia, Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd bersama seluruh elemen masyarakat secara serentak melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan, dan diperingati di lapangan GGM, Sabtu (18/9).

Bupati Majalengka mengatakan bahwa gerakan tersebut didasari rasa kepedulian terhadap lingkungan yang semakin banyak sampah. Pemerintah daerah menurut bupati sangat mendukung kegiatan tersebut, dengan mendorong peningkatan kepedulian dan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Momen Word Cleanup Day menjadi suatu peringatan bahwa persoalan sampah saat ini bukan lagi persoalan sederhana, tetapi perlu penanganan secara terintegrasi, terpadu, dan harus menjadi sebuah gerakan masyarakat yang menyeluruh.

“Sampah ada di mana-mana dan semuanya bermasalah. Pemkab Majalengka akan dan sedang berupaya mengatur masalah sampah, mulai dari level keluarga, RT, RW, desa, kecamatan sampai kabupaten. Sistem itu akan kita bangun secara terpadu sehingga tata kelola sampah betul-betul terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut agar sampah bisa dikelola dengan baik, Pemkab Majalengka akan membangun Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) bersifat nasional. Nantinya sampah tidak hanya diolah, tapi juga akan ada pendekatan teknologi untuk mengelola sampah di TPA tersebut,” jelas bupati.

Namun yang paling penting menurut bupati bukan hanya itu, pemerintah daerah juga akan memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat akan pentingnya mengelola sampah. Masyarakat diberi pembinaa agar bisa biasa mengelola sampah dari awal. Dari skala kecil yang paling mudah, supaya tidak teralirkan secara besar-besaran ke tempat tertentu. Tapi masyarakat sudah memilah dan memilih mana sampah organik dan non organik.

“Jadi yang saya perhatikan bagaimana sosialisasi dan mengedukasi, membiasakan masyarakat mengelola sampah terutama di rumah, di ruang publik, dan terutama di pasar. Sehingga sampah ini tidak hanya menjadi sampah tetapi bisa menjadi barang yang bermanfaat ketika sampah itu bisa diolah dengan baik,” pungkasnya. (iim/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.