Bupati Sebut Angka Kematian Masih Tinggi

oleh -20 views
RAKOR: Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Majalengka melakukan Rapat Koordinasi Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Majalengka kembali diperpanjang dua pekan ke depan di Gedung Yudha, Selasa (26/1). FOTO: ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Majalengka yang telah dilaksanakan dari tanggal 11 hingga 25 Januari diperpanjang dua pekan ke depan. Hal tersebut hasil Rapat Koordinasi Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proporsional bersama Forkopimda, di Gedung Yudha, Selasa (26/1).

Bupati Dr H Karna Sobahi MMPd menyampaikan bahwa dasar hukum perpanjangan PSBB proporsional di Kabupaten Majalengka yang akan dilakukan sesuai Instruksi Mendagri No.02 tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Sosial Masyarakat untuk Pengendalian penyebaran Virus Covid-19 dan SE Gubernur Jawa Barat No.15/KS.01/Hukham tentang Perpanjangan Pelaksanaan PSBB secara Proporsional dalam rangka penanganan Covid-19 di Provinsi Jawa Barat.

“Karenanya, pemberlakuan perpanjangan PPKM berlangsung selama dua minggu ke depan dimulai dari tanggal 26 Januari hingga 8 Februari 2021,” jelasnya.

Bupati menerangkan, dalam rapat koordinasi yang melibatkan seluruh unsur Pemda Majalengka bersama TNI-POLRI dan unsur terkait lainnya telah dibahas bersama dan disepakati akan menguatkan tekad kembali untuk mengendalikan masyarakat melalui program PSBB Proporsional.

Hal tersebut juga menindaklanjuti situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Majalengka dengan keadaan zona masih naik turun dan untuk angka kematian di Majalengka. Angka kematian masih tinggi sekitar 9,4 persen dengan jumlah 130 kematian dari 1.345 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Pemberlakuan PSBB proporsional ini dilaksanakan tidak hanya di Majalengka saja akan tetapi akan dilakukan menyeluruh di 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat.

“Tentunya melihat kondisi dimana Jawa Barat menggeser Provinsi Jawa Timur di urutan ke-2 setelah DKI Jakarta dalam risiko tinggi kasus Covid-19. Untuk itu kami tidak akan lengah dan Rabu (hari ini, red) para Kepala Dinas selaku LO diterjunkan kembali ke kecamatan-kecamatan untuk mengumpulkan para kepala ddesa dan unsur terkait lainnya,” tegasnya.

Ditambahkan bupati hal itu untuk menguatkan dan mengendalikan keadaan masyarakat agar lebih patuh terhadap protokol kesehatan dalam beraktivitas. Beberapa aturan yang di terapkan saat perpanjangan PSBB proporsional/PPKM diberlakukan yakni membatasi tempat/kerja perkantoran dengan menerapkan work from home (WFH) sebesar 75 persen dan Work Form Office 25 persen.

Kemudian, melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring atau online. Untuk sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat, tetap dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional dan kapasitas serta penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Selain itu, membatasi pengunjung maksimal hanya 25 persen dengan ketentuan jam operasional kegiatan di beberapa tempat seperti di lokasi wisata buka pukul 08:00 sampai dengan 17:00. Restoran atau kafe dari pukul 08:00 sampai dengan 20:00.

Disamping itu, supermarket atau mini market dari pukul 08:00 sampai dengan 20:00 WIB. Kegiatan kebudayaan atau sanggar dari 08:00 sampai dengan 20:00.

“Jasa kolam pemancingan dari pukul 08:00 sampai dengan 20:00. Kegiatan di tempat ibadah tetap dapat dilaksanakan, dengan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dan dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat,” imbuhnya.

Disamping itu, kegiatan di fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya dihentikan sementara. Dilakukan pengaturan kapasitas dan jam operasional untuk transportasi umum. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *