, ,

Calon Jamaah Haji Asal Majalengka Capai 387 Ribu, Daftar Tunggu 17 Tahun

oleh -8 views
DAFTAR TUNGGU HAJI MAJALENGKA
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Majalengka, Kiki Basuki Rachmat, menunjukkan daftar tunggu calon jamaah haji asal Majalengka. Foto: Hasan/Radar Majalengka

MAJALENGKA – Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Majalengka, Kiki Basuki Rachmat mengatakan, minat masyarakat Majalengka untuk menjalankan ibadah haji masih terbilang cukup tinggi. Hal itu terlihat dari daftar calon haji yang ada di Kemenag Kabupaten Majalengka yang mencapai angka di atas 300 ribu.

Kiki menyebutkan, jumlah total persisnya sekitar 387 ribu,  dengan daftar tunggu hingga 17 tahun. Selain itu, pendaftatan haji senantiasa mengalami kenaikan setelah pemberangkatan calon jamaah ke tanah suci. Kondisi itu berlangsung hingga beberapa bulan, setelah musim haji tiba.

“Selama enam bulan dari musim haji, masyarakat yang mendaftar lebih tinggi dibanding bulan-bulan biasanya,” kata  Kiki, Rabu (4/9).

Terkait jumlah sendiri, Kiki menjelaskan, hingga hari ini sudah tercatat sebanyak 387 ribu berkas dokumen yang masuk. Dengan jumlah pendaftar sebanyak itu, daftar tunggu haji bisa mencapai hingga 17 tahun ke depan.

“Harapannya ada penambahan. Memang tahun ini sudah ada tambahan 5 persen. Dari 1.167 (tahun lalu), sekarang dapat 1.210 kursi,” kata Kiki.

Kiki menginformasikan, saat ini daftar tunggu (waiting list) haji regular Kabupaten Majalengka mencapai 17 tahun. Artinya, apabila seseorang daftar haji sekarang, maka kemungkinan baru bisa berangkat ke tanah suci pada 2035.

Kiki juga menuturkan, estimasi kuota haji Kabupaten Majalengka pada 2019 sekarang sebanyak 1.167 orang. Diharapkan pula ada tambahan 10 persen.

“Sedangkan, data pada dua tahun terakhir, sebanyak 1.179 orang pada 2017 dan 1.193 orang pada 2018,” ujarnya. Selain itu, banyak di antara pendaftar baru haji regular tahun ini berusia 50 tahun ke bawah.

Sementara itu, mengenai umrah, minat masyarakat Majalengka juga dinilai cukup tinggi. Dia memerkirakan, rata-rata 200 orang per bulannya datang ke kemenag untuk meminta rekomendasi perjalanan umrah. Akan tetapi, kata dia, biro travel penyelenggara umrah rata-rata berasal dari luar Majalengka.

Lebih jauh Kiki mengungkapkan, sepengetahuannya sejauh ini belum ada biro travel perjalanan umrah yang resmi dari Majalengka (izin operasional di Majalengka). “Kalau dari data yang ada, biro perjalanan umrah itu ada yang dari Bandung, Jabodetabek, dan juga Cirebon,” sebutnya. (hsn)

No More Posts Available.

No more pages to load.