Dedi Mulyadi Dukung Kemitraan Petani Tebu PG Jatitujuh RNI Group

oleh -26 views
Pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI menggelar kunjungen kerja ke PG Jatitujuh Majalengka, membahas mengenai kemitraan petani Tebu PG Jatitujuh, Selasa (30/11/2021). (Foto:Istimewa)
Pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI menggelar kunjungen kerja ke PG Jatitujuh Majalengka, membahas mengenai kemitraan petani Tebu PG Jatitujuh, Selasa (30/11/2021). (Foto:Istimewa)

MAJALENGKA – Komisi IV DPR RI mengadakan Kunjungan Kerja (Kunker) spesifik ke Pabrik Gula (PG) Jatitujuh milik PT PG Rajawali II (RNI Group) di Majalengka, Selasa (30/11/2021).

Ketua tim kunker sekaligus Wakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi menjelaskan, Komisi IV mendukung penuh melalui regulasi yang mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya petani.

Komisi IV menurutnya, hadir untuk memfasiltasi masyarakat, BUMN, dan kementerian terkait, dalam rangka mewujudkan kemajuan industri gula nasional.

Mengenai isu lahan tebu, merujuk putusan Mahkamah Agung (MA) maka PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) merupakan perusahaan induk dari PG Jatitujuh yang memiliki hak pengelolaan atas tanah.

Sehingga PG Jatitujuh memiliki kewenangan untuk mengolah lahan secara terbuka.

“Ruang untuk melakukan pengelolaan itu harus didorong secara terbuka. Saya meminta negara memiliki peran,” kata Dedi.

Peran negara tersebut, lanjut Dedi, bisa diartikan kepala daerah yang memiliki andil dalam hal kesejahteraan masyarakat sebagai imbas dari pengolahan tanah itu.

“Jika HGU untuk tebu, maka mutlak harus digunakan untuk menanam tebu. Tetapi juga kan orang tidak bisa mengubah sekaligus, bisa dilakukan pendekatan secara persuasif, humanistik dan berikan tawaran. Petani itu kan kalau diberikan tawaran bahwa ini lebih menguntungkan, pasti ikut kok,,” tambah Dedi.

Sementara, Direktur Utama PT RNI (Persero) Arief Prasetyo Adi berterima kasih dan mengapresiasi kesediaan Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan ke PG Jatitujuh.

Sebagai BUMN, RNI mendapat tugas dari pemerintah mengkampanyekan dan menggalakan budidaya tebu guna peningkatan produktivitas gula.

Serta, memastikan keberpihakan perusahaan kepada petani tebu rakyat dengan melibatkan dalam program-program kemitraan.

Arief menambahkan, selain untuk budidaya tebu, lahan HGU PG Jatitujuh sejak tahun 2018 telah dioptimalisasi untuk pelaksanaan program kemitraan budidaya tebu dengan masyarakat desa penyangga di sekitar perkebunan.

Saat ini sekitar 2.000 petani yang tergabung ke dalam 14 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Majalengka dan Indramayu telah menjadi bagian dari program kemitraan budidaya tebu PG Jatitujuh.

Arief mengatakan, jumlah lahan HGU yang digarap mitra petani terus bertambah setiap tahunnya. Pada tahun 2019 luas lahan kemitraan tercatat 1.700 hektare, tahun 2020 naik menjadi sekitar 3.200 hektare. Tahun 2021 bertambah menjadi sekitar 3.690 hektare. Di tahun 2022 perusahaan menargetkan penambahan lahan kemitraan menjadi 5.190 hektare.

“Penambahan luasan lahan kemitraan ini menandakan bahwa manfaat ekonomi dari program ini dirasakan secara nyata, sehingga minat masyarakat untuk bergabung semakin besar setiap tahunnya,” ujar Arief.

Direktur PT PG Rajawali II, Ardian Wijanarko berharap berbagai gangguan HGU tidak terjadi lagi. Dia berharap masyarakat desa penyangga di sekitar HGU PG Jatitujuh mendukung aktivitas kemitraan budidaya tebu. Pihaknya dengan tangan terbuka mengajak masyarakat bergabung dalam program ini.

“Kami menargetkan pada masa tanam tebu tahun 2021/2022, jumlah mitra petani PG Jatitujuh bertambah hingga 2.800 Petani,” ujar Ardian.

Sementara Nono Madani, salah satu mitra petani tebu PG Jatitujuh mengaku merasakan manfaat dari program kemitraan ini.

“Tahun lalu SHU saya Rp15 juta per hektare. Makanya saya mengimbau untuk bergabung dengan kemitraan tebu. Luas kelompok tani saya sekarang mencapai 500 hektare,” ujarnya.

Nono mengakui sebelumnya dia merupakan pihak yang bersebrangan dengan PG Jatitujuh, bahkan salah seorang tokoh penggerak F-Kamis.

“Saya Korlap F-Kamis wilayah Loyang sampai Sukamulya. Saya juga yang turut menggugat lahan HGU Jatitujuh. Namun, saya sekarang sudah keluar dari F-Kamis dan memilih bergabung dengan program kemitraan atas mediasi dari Forkopimda Indramayu dan Komisaris RNI,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kunker Plt Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Sarwo Edhy, Direktur Perlindungan Perkebunan Kementerian Pertanian Ardy Praptono, Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Ruandha Agung Sugardiman, Direktur Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan Herban Heryandana, Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat Muhammad Said, Kepala Divisi Regional Jawa Barat & Banten Perum Perhutani Amas Wijaya, serta segenap anggota Komisi IV DPR RI dan Muspida setempat. (iim/rls/radarmajalengka)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.