Didrediksi Ada Potensi Gelombang Ketiga Covid-19 pada Akhir Tahun Ini

oleh -9 views
Bupati Majalengka DR H Karna Sobahi MMPd

MAJALENGKA – Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd memperingatkan akan adanya potensi gelombang ketiga pandemi Covid-19 yang diprediksi terjadi pada akhir tahun 2021.

Kasus Covid-19 pertama diumumkan pada 2 Maret 2020 silam. Gelombang Covid-19 yang kasusnya meledak terjadi pada Januari 2021 dan Juli 2021.

“Kita semua harus tetap waspada dan jangan lelah dalam menerapkan protokol kesehatan, agar tidak ada lonjakan kasus Covid-19 pada gelombang ketiga,” katanya, Senin (22/11/2021).

Dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang disertai ancaman gelombang ketiga, pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi dan kebijakan.

Periode libur panjang seperti Nataru dapat meningkatkan mobilitas masyarakat. Pergerakan manusia dalam jumlah besar sangat berisiko menimbulkan transmisi, bila tidak disertai dengan perlindungan kesehatan yang ketat.

“Kita belajar dari lonjakan kasus yang terjadi pada libur Nataru tahun 2020 lalu itu terjadi karena adanya peningkatan mobilitas yang memicu lonjakan kasus. Kita harapkan tahun ini tidak terulang kembali,” harapnya.

Terkait strategi yang akan dilakukan, lanjut Karna, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Di Kabupaten Majalengka akan melaksanakan penanganan Covid-19 dengan cara mendeteksi dan meningkatkan tes epidemiologi.

Termasuk meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak, sekaligus melakukan upaya pelacakan dan pemantauan genom virus SARS-CoV-2.

“Kami juga akan mengerahkan tenaga kesehatan cadangan. Pemenuhan suplai oksigen, alat-alat kesehatan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM),” ujarnya. 

Pemda Majalengka juga akan mengkonversi tempat tidur di rumah sakit sebanyak 30-40 persen dari total kapasitas RSUD yang ada di Majalengka.

Pengetatan syarat masuk rumah sakit dan pemanfaatan isolasi terpusat, siap akan dilakukan.

Selain upaya tersebut, yang terpenting dilakukan adalah cakupan vaksinasi Covid-19 harus melebihi target. Terkait hal ini, pemerintah pusat telah mengalokasikan vaksin sebanyak 70 persen pada bulan ini.

Pemda Majalengka juga akan terus memperbanyak sentra vaksinasi, memberlakukan syarat kartu vaksin, dan mempercepat pelaksanaan vaksinasi hingga ke tingkat RT, dengan cara jemput bola.

Kebijakan pemerintah pusat terkait Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), menurut Karna, merupakan langkah yang tepat guna mengantisipasi ancaman gelombang ketiga.

Alhamdulillah, Majalengka saat ini sudah masuk level dua PPKM Darurat Jawa Bali, setelah sebelumnya masuk level tiga dikarenakan cakupan vaksinasi belum sesuai target,” tandasnya. (ono/radarmajalengka)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.