Empat Rumah di Desa Pasindangan Majalengka Tertutup Tanah

oleh -7 views
Material longsor yang menimpa empat rumah warga Pasindangan Kecamatan Banjaran dibiarkan karena minimnya peralatan untuk mengangkatnya.(Foto: Istimewa)
Material longsor yang menimpa empat rumah warga Pasindangan Kecamatan Banjaran dibiarkan karena minimnya peralatan untuk mengangkatnya.(Foto: Istimewa)

MAJALENGKA – Musibah longsor kembali menimpa wilayah Selatan Majalengka.

Setelah terjadi Rabu (8/12/2021) lalu, kini longsor menimpa empat rumah di Desa Pasindangan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, Sabtu (11/12/2021).

Material longsor tanah, batu dan lumpur masih menumpuk di hampir seluruh sudut rumah-rumah milik warga.

Sejumlah barang seperti kursi, meja, lemari maupun lainnya juga masih berserakan. Bahkan, di salah satu rumah, material longsor menimbun dua unit motor.

Salah seorang pemilik rumah yang terdampak longsor, Didin (38) menuturkan, rumahnya menjadi salah satu yang rusak parah akibat longsoran tanah dan batu dari tebing setinggi sekitar 7 meter di belakang rumahnya.

“Saat itu, hujan dengan intensitas tinggi, dibarengi angin yang cukup kencang. Kejadiannya pas Magrib dengan intensitas hujan yang tinggi,” tuturnya.

Ia menceritakan, awalnya tebing setinggi 7 meter longsor pertama mengenai satu rumah, lalu sejam kemudian ada longsor susulan menimpa tiga rumah lainnya.

Beruntung keluarganya dan tiga pemilik rumah lainnya berhasil menyelamatkan diri.
Hanya saja, ada salah satu warga yang sempat terjepit sebelum rumahnya tertimbun material longsor.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Kami langsung mengungsi ke rumah warga yang kosong. Cuma satu warga mengalami luka ringan,” ucapnya.

Didin menyebut, para pemilik rumah yang terdampak longsor saat ini membutuhkan sejumlah alat pembawa material, seperti arco (gerobak dorong).

Pasalnya kebutuhan alat berat itu untuk membersihkan material longsor yang menumpuk di hampir setiap sudut rumah.

“Jadi kami warga yang menjadi korban longsor ini tidak bisa berbuat banyak karena minimnya alat berat. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah untuk memberikan bantuannya, karena kami bingung kemana lagi minta bantuan,” cetusnya.

Kebutuhan alat arco untuk membersihkan material longsor ini, karena kondisi rumah di atas dan susah untuk mengevakuasi material longsor.
Sehingga warga membiarkan selama tiga hari. “Kami butuh alat arco untuk bawa materialnya,” tegasnya.

Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Majalengka pada Rabu (8/12/2021) sore hingga malam hari mengakibatkan longsor terjadi di tiga kecamatan.

Dari tiga kecamatan itu terjadi sedikitnya 18 titik longsor di 9 desa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka mencatat ada 16 unit rumah rusak akibat bencana alam itu.

“16 rumah itu tersebar di 10 desa di 3 kecamatan. Kebanyakan karena memang terkena material longsor baik kategori kecil hingga parah,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Majalengka, Rezza Permana. (ono/radarmajalengka)

Baca juga: