Hadapi Tantangan Pendidikan dengan Solusi dan Inovasi

oleh -8 views
MERDEKA BELAJAR: Bupati Majalengka DR H Karna Sobahi MMPd memimpin peringatan Hardiknas tahun 2021, di halaman Dinas Pendidikan Majalengka Minggu (2/5). FOTO: ISTIMEWA/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Bupati Dr H Karna Sobahi MMPd memimpin pelaksanaan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021, di halaman Dinas Pendidikan Majalengka Minggu (2/5). Menurutnya, Hardiknas tahun ini merupakan yang kedua kali diperingati dan dirayakan di tengah suasana pandemi Covid-19. Masa-masa pandemi tidak mudah bagi para pendidik, pelajar, orang tua, serta semua yang menjalani aktivitas di tengah wabah yang masih melanda dunia.

Bupati juga mengajak pada hari Iahir Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara, agar semua elemen mengesampingkan sejenak segala kesulitan. Momen Hardiknas harus menjadi momen membangkitkan semangat untuk menyongsong lembaran baru pendidikan Indonesia.

“Pemikiran Bapak Pendidikan Indonesia tersebut haruslah kita jiwai dan hidupkan kembali, agar lekas tercipta pendidikan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia, serta terwujudnya kemerdekaan belajar yang sejati, ” tandas bupati.

Lembaran baru pendidikan Indonesia menurut bupati berarti transformasi. Transformasi yang tetap bersandar pada sejarah bangsa, dan juga keberanian menciptakan sejarah baru yang gemilang. Bupati ingin anak-anak Indonesia menjadi pelajar yang menggenggam teguh falsafah Pancasila, pelajar yang merdeka sepanjang hayat, dan pelajar yang mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri.

Bupati menyebut empat upaya perbaikan terus dikerjakan bersama oleh berbagai elemen masyarakat. Pertama, perbaikan pada infrastruktur dan teknologi. Kedua, perbaikan kebijakan, prosedur, dan pendanaan, serta pemberian otonomi lebih bagi satuan pendidikan. Ketiga, perbaikan kepemimpinan, masyarakat, dan budaya. Keempat, perbaikan kurikulum, pedagogi, dan asesmen.

Terobosan-terobosan Merdeka Belajar betul-betul dapat menyasar seluruh masyarakat, mulai pendidik dan pelajar dari PAUD sampai pendidikan tinggi, orang tua, para wakil rakyat, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, hingga dunia usaha dan dunia industri.

“Krisis pandemi ini adalah ladang optimisme yang menunggu untuk kita panen. Krisis adalah kesempatan kita untuk menuai kemajuan. Saat ini ada sebagian yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas, ” ujar Karna.

Ia mengajak masyarakat memahami bahwa pandemi bukanlah satu-satunya tantangan yang dihadapi. Di depan, masih membentang sederet tantangan yang akan dan harus dilalui bersama dengan inovasi dan solusi. Bupati mengajak semua elemen menciptakan sejarah yang gemilang dan tak terbantahkan oleh dunia. mewujudkan Merdeka Belajar akan semakin cepat terlaksana. Silih asah, silih asuh, dan silih asih. Saling memintarkan, saling menyayangi, dan saling memelihara, demi satu tujuan: SDM unggul, Indonesia maju.

Pemerintah Kabupaten Majalengka menurutnya telah berupaya untuk bangkit dari pandemi  Covid-19, salah satunya dengan melaksanakan vaksinasi bagi para guru yang sampai saat ini sudah mencapai 80%. Selain itu belajar tatap muka sudah dilaksanakan bagi wilayah hijau dengan tetap mematuhi prokes yang ketat serta pembelajaran dijadwal secara bergilir.

“Di hari yang mulia ini dan di bulan yang penuh kemenangan ini, saya ucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari bangkit dan pulih. Mari serentak bergerak, wujudkan Merdeka Belajar. Guru harus tetap fokus untuk peningkatan kwalitas pendidikan walaupun dengan situasi pandemi,” tutur bupati.

Pada kesempatan tersebut bupati sekaligus melaunching majalah Jurnal Pendidikan Bina Atikan yang dikelola Dinas pendidikan sebagai ruang untuk menyampaikan program para guru. (iim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *