Jangan Terlena, Corona Masih Ada

oleh -6 views
RAZIA: Muspika Cingambul menggelar operasi yustisi dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19, di Jalan Raya Cintaasih, Selasa (2/3).

MAJALENGKA – Untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, Pemerintah Kecamatan Cingambul bersama Polsek, Koramil dan Pol PP menggelar operasi yustisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Jalan Raya Desa Cintaasih, Selasa (2/3).

Kapolsek Cingambul AKP Udin Saepudin menerangkan, monitoring PPKM skala mikro dilaksanakan secara preventif dengan imbauan kepada masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya, sampai saat ini tingkat kesadaran masyarakat Cingambul dalam menerapkan protokol kesehatan mencapai 80 persen.

“Walaupun memang masih ada beberapa yang tidak mengenakan masker saat razia, itupun dari luar daerah seperti dari Panjalu Ciamis yang hendak melewati Jalan Raya Cintaasih,” terangnya.

Untuk pengendara yang tidak mengenakan masker, diberikan sanksi membaca Pancasila dan diingatkan penerapan protokol kesehatan 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Kapolsek berharap masyarakat mulai sadar dengan memakai masker saat hendak beraktivitas karena Covid-19 masih ada dan berbahaya. Kapolsek juga mengingatkan agar masyarakat tidak harus selalu diingatkan dan harus muncul kesadaran dari diri sendiri.

“Saya harap masyarakat saling mengingatkan, khususnya untuk mengenakan masker yang sudah dibagikan desa masing-masing atau membeli sendiri. Kebiasaan tersebut harus bisa dipertahankan dan jangan sampai terlena, karena Covid-19 masih berada di tengah-tengah kita,” tandas kapolsek.

Sekretaris Kecamatan Cingambul, Mumu Muhidin SH MH menyampaikan dibangunnya kembali posko Covid-19 mulai dari desa sampai tingkat RT menjadi sinyal untuk selalu waspada dan memperketat jika ada warga yang terdampak Covid-19. Puskesmas juga agar lebih siaga dalam penanganan Covid-19.

“Jika mengetahui ada warga yang terpapar langsung laporan mulai dari paling bawah yakni RT, sehingga upaya untuk mencegah dan menangani bisa cepat,” katanya.

Pihaknya meminta jangan sampai masyarakat acuh. Jika sudah merasakan ada gejala awal, cepat melapor dan begitupun yang menerima laporan untuk cepat melaporkan ke puskesmas atau bidan desa. Jika dibiarkan dikhawatirkan warga lain yang tidak tahu bakal tertular. (iim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *