Jelang Libur Nataru, Pemkab Majalengka Siapkan StrategiUntuk Cegah Gelombang Ketiga Covid-19

oleh -8 views
Sekda Majalengka, H Eman Suherman

MAJALENGKA – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten Majalengka melakukan berbagai langkah antisipasi terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19.

Saat ini, mereka terus memperkuat kebijakan antisipatif dengan melibatkan unsur-unsur terkait lainnya.

“Strategi dan upaya itu agar membuahkan hasil, maka peran serta dukungan serta partisipasi aktif masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan segera vaksinasi menjadi modal kuat,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Majalengka Drs H Eman Suherman MM.

Ia mengatakan, periode libur panjang seperti Nataru dipastikan akan meningkatkan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar sangat berisiko menimbulkan transmisi Covid-19. Sehingga bila tidak disertai perlindungan kesehatan yang ketat maka akan kembali meningkat.

“Kita belajar dari lonjakan kasus yang terjadi pada libur Nataru tahun 2020 lalu itu terjadi karena adanya peningkatan mobilitas yang memicu lonjakan kasus. Diharapkan tahun ini tidak akan terulang kembali,” harapnya.

Pihaknya mengimbau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi, lembaga maupun Satgas Covid-19 di semua tingkatan di Majalengka untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi periode Nataru tahun ini. Terutama yang berkaitan dengan pembaruan kebijakan harus terus dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19.

“Kebijakan Satgas Covid-19 harus diterapkan untuk mengatur pergerakan masyarakat. Baik di pusat perbelanjaan, lokasi wisata, sarana transportasi, dan tempat-tempat lain yang berpotensi mengalami peningkatan mobilitas dan memunculkan kerumunan,” pesannya.

Sementara ini beberapa kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah pusat, diantaranya memotong cuti bersama 24 Desember 2021 yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri Nomor 712/2021.

Lalu, melarang ASN mengambil cuti pada saat hari libur nasional yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri PAN-RB Nomor 13/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Cuti Bagi ASN Selama Hari Libur Nasional Tahun 2021.

“Tentunya penerapan kebijakan dan langkah intervensi ini harus diiringi dengan percepatan dan perluasan vaksinasi, penerapan protokol kesehatan ketat, serta penguatan 3T (tracing, tracking, treatment),” tandasnya.

Pihaknya berharap masyarakat dapat memahami dan mematuhi aturan yang ditetapkan. Pencegahan gelombang ketiga Covid-19 ini adalah tanggung jawab bersama.

Disamping itu, yang paling penting dan efektif dalam mencegah gelombang ketiga tetap mempertahankan disiplin protokol kesehatan dan segera vaksinasi.

Senada diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka Edy Noor Sujatmiko. Untuk menekan potensi penularan yang disebabkan peningkatan mobilitas masyarakat, khususnya periode Nataru, Pemkab melakukan beberapa penyesuaian terkait aturan perjalanan.

Agar regulasi yang ditetapkan dapat memberikan dampak optimal.

Tentunya ini diperlukan kerja sama yang baik pemerintah maupun pihak swasta yang menyediakan layanan transportasi, serta masyarakat sebagai pelaku perjalanan.

“Aspek mobilitas memberikan peranan besar terhadap terjadinya kasus Covid-19. Dishub Majalengka akan berkoordinasi dalam menetapkan kebijakan mengatur mobilitas ini sesuai dengan perkembangan situasi pandemi terkini,” imbuhnya.

Pihaknya berharap melalui koordinasi dan kolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait, serta mempertimbangkan berbagai parameter evaluasi penerapan dilakukan setiap minggu dapat membuahkan hasil yang maksimal.

“Nataru, identik dengan peningkatan mobilitas di sektor pariwisata dan kegiatan sosial keagamaan. Belajar dari tahun lalu, kali ini pemerintah menyiapkan langkah antisipasi agar mobilitas tidak memicu lonjakan serupa. Langkah tersebut, bisa dicegah berupa pembatasan mobilitas atau pengetatan syarat,” tukasnya. (ono/radarmajalengka)

Baca juga: