Jelang Nataru, Bupati Karna Pemkab Keluarkan Aturan

oleh -17 views
Bupati Majalengka, Dr H Karna Sobahi MMPd mengeluarkan kebijakan pembatasan pengunjung hingga penyekatan di sejumlah ruang publik hingga objek wisata, untuk mencegah terjadinya potensi kerumunan yang menyebabkan kluster. (Foto: Ono Cahyono/Radar Majalengka)
Bupati Majalengka, Dr H Karna Sobahi MMPd mengeluarkan kebijakan pembatasan pengunjung hingga penyekatan di sejumlah ruang publik hingga objek wisata, untuk mencegah terjadinya potensi kerumunan yang menyebabkan kluster. (Foto: Ono Cahyono/Radar Majalengka)

MAJALENGKA – Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd mengeluarkan kebijakan menjelang libur natal dan tahun baru (Nataru) tahun 2022.

Kebijakan Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd merupakan tindak lanjut dari keputusan aturan Inmendagri yang mencabut instruksi diberlakukannya PPKM level saat libur hari besar.

“Nataru itu bukan persoalan. Karena bagi saya Nataru itu hanya hari besar. Majalengka bukan masalah namun tetap kami antisipatif,” kata Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd kepada sejumlah wartawan, Senin (13/12/2021).

Dia menuturkan, bahwa kebijakan tersebut dikeluarkan guna mencegah terjadinya penambahan kasus baru positif Covid-19. Di antaranya menjaga mobilitas dan kerumunan masyarakat.

Ada beberapa titik rawan diantaranya yakni ruang publik, objek wisata, mal, restoran, kafe atau hotel. Sehingga Satgas Covid-19 Kabupaten Majalengka telah mengeluarkan instruksi terkait hal tersebut.

“Saya keluarkan kebijakan diantaranya setiap masuk objek wisata, pengunjung dibatasi dan terlebih dahulu di antigen. Kemudian pembatasan pengunjung di pasar, mal, kafe maupun restoran,” tegasnya.

Pengetatan protokol kesehatan (prokes) itu, lanjutnya, tidak mengambil risiko adanya cluster, baik di tempat wisata, restoran, mal dan lainnya. Dirinya sudah mengirimkan surat instruksi ke masing-masing pengelola.

Disamping itu, penyekatan atau pembatasan ruang publik juga terjadi di alun-alun Majalengka. Sejumlah titik mulai dari Bunderan Munjul hingga alun-alun akan dilakukan pengaturan waktu.

“Kita akan atur waktunya. Karena hasil pantauan ada waktu-waktu tertentu saat orang kumpul. Jadi kita sekat untuk meminimalisir berpotensi terjadinya kerumunan orang kondisional waktu,” tandasnya. (ono/radarmajalengka)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.