Jelang Ramadan Harga Cabai Rawit Merangkak Naik

oleh -21 views
SURVEI HARGA: Koordinator Pasar Prapatan, Nana melakukan survei ke beberapa pedagang sembako. Kenaikan terjadi pada komoditas cabai dari berbagai jenis.FOTO: ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Menjelang Bulan Ramadan harga sejumlah komoditas di pasar tradisional Prapatan Kecamatan Sumberjaya mengalami kenaikan. Di antara komoditi yang mengalami kenaikan harga yakni jenis cabai.

Dari pantauan Radar Majalengka, Selasa (6/4) harga cabai merah biasa mengalami peningkatan dari semula Rp45 ribu/kg menjadi Rp50 ribu/kg. Cabai merah kriting dari Rp45 ribu/kg menjadi Rp48 ribu/kg. Sedangkan harga cabai rawit hijau dari Rp50 ribu/kg menjadi Rp53 ribu/kg.

“Untuk cabai rawit merah untuk harga eceran mencapai Rp110 ribu/kg. Harga ini paling tertinggi dari komoditas jenis cabai lainnya,” kata Koordinator Pasar Prapatan, Nana usai survei ke pedagang, ditemui di kantornya itu.

Pihaknya mengklaim kenaikan harga cabai di Pasar Tradisional Prapatan ini paling stabil ketimbang beberapa pasar lain di Majalengka. Hal ini juga dipicu karena menjelang bulan puasa.

Salah seorang pedagang sembako, Hj Rami menuturkan, harga cabai naik dari harga sebelumnya. Paling tinggi harga cabai tersebut pada jenis cabai rawit merah. Padahal akhir bulan lalu di bawah Rp100 ribu/kg. Namun kenaikan terus terjadi sampai sekarang mendekati Ramadan.

“Kenaikan harga cabai dipicu akibat stok mulai menipis seiring suplai dari para tengkulak dan bandar besar di berbagai daerah. Selain itu juga minimnya pengiriman dari para petani,” tuturnya.

Para pedang di Pasar Parapatan khawatir dengan kenaikan harga cabai tersebut berpengaruh terhadap penyusutan stok. Seiring penurunan hasil panen cabai diduga akibat cuaca buruk yang terjadi di sejumlah daerah penghasil komoditas cabai. Termasuk Majalengka selatan beberapa bulan lalu.

Oleh karenanya, kenaikan tersebut memengaruhi stabilitas penjualan karena hampir sebagian pedagang tidak menjual dengan partai besar.

“Maksimalnya kami hanya melayani 5 kg sampai 10 kg. Jelas ini merugi karena pendapatan menyusut. Kami berharap pemerintah memberikan kebijakan guna menyetabilkan kembali harga komoditi tidak hanya cabai merah ini,” harapnya. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *