Juli, KBM Tatap Muka

oleh -36 views
INTERAKTIF: Guru SMAN 1 Sukahaji, Dra Rina S menyarankan guru menggunakan aplikasi pembelajaran tatap muka.

MAJALENGKA – Plt Kepala Dinas Kesehatan Majalengka, dr H Gandana Purwana MARS mengungkapkan sebanyak 10 ribu guru dari perwakilan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan MTs mengikuti program vaksinasi dosis pertama, Kamis (1/4).

Kegiatan tersebut sebagai langkah awal akan diadakannya pembelajaran tatap muka. Sasaran vaksinasi kepada para guru sendiri sesuai anjuran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, yang mana sekolah wajib menerapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas, setelah para pendidik dan tenaga kependidikan divaksin.

“Pelaksanaan vaksinasi dilakukan di setiap puskesmas sesuai keberadaan domisili guru bersangkutan. Sasarannya saat ini untuk para guru jenjang SMP dan MTs se-Kabupaten Majalengka,” ujarnya, Kamis (1/4).

Menurutnya saat ini ada 4 ribu dosis vaksin dan diyakini cukup untuk 10 ribu guru SMP dan MTs. Untuk para guru tingkat sekolah dasar (SD) akan menyusul. Setidaknya, hingga distribusi vaksin dari pemerintah pusat kembali dilakukan. “Nanti untuk guru SD menyusul. Kalau guru SMA sudah semua pada dosis pertama,” ucapnya.

Rencananya, pelaksanaan KBM tatap muka akan dilaksanakan pada bulan Juli 2021 mendatang. Bahkan, bupati Majalengka memastikan, jika pelaksanaan vaksinasi kepada guru sudah semuanya dilakukan, sebelum bulan tersebut juga siap dilaksanakan.

“Intinya semuanya harus divaksin dulu, agar tidak ada klaster baru di sekolah,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Majalengka H Gatot Sulaeman AP MSi berpesan kepada para pewarta agar tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, meskipun sudah menjalani vaksinasi tahap I dan II.

Hal ini seiring puluhan wartawan di Kabupaten Majalengka yang sudah menjalani vaksinasi Covid-19 tahap kedua pada Rabu (31/3) di Kantor Pengadilan Negeri Majalengka.

“Kami imbau kepada rekan rekan pers yang sudah divaksin harus tetap menjaga protokol kesehatan, jangan sampai kendor, karena vaksinasi ini sebagai bentuk ikhtiar,” imbaunya.

Vaksinasi yang kedua ini dilaksanakan di tempat yang sama seperti di tahap pertama yang digelar pada 17 Maret 2021 lalu. Jumlah vaksinasi tahap kedua lebih sedikit dari tahap pertama jika dibandingkan tahap dua. Data tersebut berkurang karena tidak semua pewarta tahap pertama ikut daftar karena ada aktivitas lain yang tidak bisa ditinggalkan.

“Jika rekan pers yang belum mendapat kesempatan vaksinasi bisa mendaftar di asosiasi media untuk mendapat giliran vaksinasi berikutnya,” kata Gatot.

Menurut dia, vaksinasi dengan insan pers terselenggara dari program milik Dinas Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Majalengka.

“Untuk insan pers kita berkoordinasi dengan PWI Majalengka sebagai salah satu organisasi wartawan yang diakui Dewan Pers,” ucapnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka dr H Gandana Purwana MARS mengharapkan seluruh peserta vaksinasi yang telah mengikuti vaksinasi pertama dapat kembali mengikuti vaksinasi kedua. Tapi itu pun tergantung hasil skrining yang dilakukan.

“Vaksinasi dalam tahap dua juga sesuai dengan SOP dan jenis vaksin, tetap seperti pada tahap pertama berjenis Sinovac. Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk dapat mengikuti vaksinasi dan tidak perlu takut karena vaksin yang di siapkan oleh pemerintah sangat aman dan halal,” tambahnya. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.