Karna: Buka Hanya Menikmati, Harus Terlibat Proses Pembangunan

oleh -23 views
PEMBANGUNAN: Bupati Majalengka DR H Karna Sobahi membuka agenda Musrenbang RKPD Tahun 2022, di Convention Hall salah satu hotel di Majalengka, Selasa (30/3). FOTO: ISTIMEWA/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Dalam rangka merencanakan pembangunan Kabupaten Majalengka Tahun 2022, Pemkab Majalengka melalui Bappedalitbang menyelenggarakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) guna menyusun Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2022 dengan tema “Pertumbuhan Ekonomi yang Stabil dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Memantapkan Daya Saing Daerah melalui Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Sosial akibat Dampak Covid-19”, di Convention Hall salah satu hotel di Majalengka, Selasa (30/3).

Dalam laporannya, Kepala Bappedalitbang Kabupaten Majalengka, Drs H Yayan Sumantri MSi mengatakan, Musrenbang RKPD Kabupaten Majalengka tahun 2022 merupakan salah satu rangkaian dari mekanisme perencanaan pembangunan yang bertujuan untuk menampung aspirasi yang diawali dari Musrenbang dusun, Musrenbang desa/kelurahan dan Musrenbang kecamatan.

Tahun 2022 menurut Yayan merupakan tahun keempat pelaksanaan RPJMD Majalengka tahun 2018-2023 yang telah mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan penerapan Pemendagri Nomor 90 Tahun 2019 dan pandemi Covid-19. Adapun prioritas pembangunan pada RKPD Majalengka tahun 2022 fokus pada penanganan dan pemulihan dampak sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Sementara pertumbuhan perekonomian Majalengka tahun 2019 mencapai puncak yaitu pada angka 7,71%. Sektor pertanian, perikanan dan kehutanan menyumbang peningkatan terbesar pada laju pertumbuhan ekonomi tahun 2019 sebesar 22,58℅. Namun karena pandemi Covid-19 melanda negeri ini khususnya di Majalengka, oertumbuhan ekonomi tahun 2020 turun ke angka 0,86℅, meskipun patut bersyukur pertumbuhan ekonomi Majalengka masih tetap menunjukan tren positif.

Selain itu, selama kurun waktu 2017-2019 angka kemiskinan di Kabupaten Majalengka terus mengalami penurunan yaitu tahun 2017 sebanyak 150.260 jiwa turun menjadi 129.290 jiwa pada tahun 2018 dan turun menjadi 121.060 jiwa pada tahun 2019.

Hal itu menunjukkan program atau kegiatan penanggulangan kemiskinan pada kurun waktu tersebut efektif meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabuoaten Majalengka terus meningkat setiap tahunnya, pada tahun 2020 IPM meningkat 0,07℅ dibanding tahun 2019.

Adapun Target Indikator Makro Kabupaten Majalengka tahun 2020 adalah meningkatnya kesejahteraan rakyat dan kualitas manusia, menurunya tingkat kemiskinan dan pengangguran, berkurangnya kesenjangan pendapatan dan wilayah serta terjaganya keberlanjutan lingkungan dan stabilitas ekonomi.

“Jika dalam persentase target indikator makro tersebut  tingkat kemiskinan 10,34 persen, pertumbuhan ekonomi 4,5 persen, rasio gini indeks 0,334, tingkat pengangguran terbuka 5,13 persen, dan nilai IPM 68,24,” jelas Yayan.

Sementara Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd menyampaikan, hierarki musrenbang kali ini untuk dibahas bersama menjelang tahun 2022 berdasarkan tahapan-tahapan dari bawah melalui musyawarah masyarakat, Musrenbang Desa lalu Musrenbang Kecamatan.

Hal ini menandakan bagaimana sistem dalam perencanaan pembangunan berbasis partisipasif dengan melibatkan berbagai komponen. Masyarakat tidak hanya menikmati pembangunannya saja, tetapi masyarakat juga harus terlibat dalam proses perencanannya. Sehingga dalam prosesnya Musrenbang harus dilaksanakan dengan cermat tanpa ada yang tertinggal.

Musrenbang kali ini adalah tahun keempat pelaksanaan RPJMD dalam masa kepemimpinan Karna-Tarsono sebagai Bupati dan Wakil Bupati Majalengka, karena di tahun kedua jabatan bupati dan wakil bupati akan tampak keberhasilan apa saja yang sudah dilakukan bagi Majalengka.

Termasuk tantangan di tahun 2022 yang dapat mengukur tingkat keberhasilan bupati dan wakil bupati periode 2018-2023, karena di tahun 2023 konsentrasi dan fokus hanya pada bagaimana pemberdayaan masyarakat.

Artinya di tahun 2022 harus sudah selesai pembangunan infrastruktur maupun ruang-ruang publik. Sehingga bupati berpesan kepada seluruh dinas atau OPD harus mencermati hal ini dengan target-target di tahun 2020 harus dapat tercapai.

“Saya mengajak bersama-sama untuk memikirkan Majalengka, karena siapa lagi yang harus menjaga, merawat dan memajukan Majalengka kalau bukan kita. Mudah-mudahan Musrenbang kali ini akan menghasilkan pemikiran yang inovatif, kreatif dan juga kolaboratif demi mewujudkan Majalengka Raharja,” pungkas bupati. (iim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *