Kasus Covid-19 di Majalengka Naik Lagi, Bupati Siapkan Langkah Ini

oleh -8 views

MAJALENGKA – Memasuki akhir pekan Minggu (28/11) angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Majalengka mengalami kenaikan cukup banyak. Jumlahnya tercatat sembilan orang.

Berdasarkan data pada Pusat Informasi dan Koordinasi (Pikon) Covid-19 Kabupaten Majalengka, kenaikan baru ini cukup banyak sejak beberapa pekan terakhir. Berbeda satu hari sebelumnya atau pada Sabtu (27/11), kenaikannya hanya dua kasus.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majalengka, H Agus Susanto menyebutkan, akhir pekan ini ada kenaikan cukup banyak dari hari hari biasanya.
Selain itu, juga ada tambahan satu orang angka meninggal dunia yang total selama pandemi ini sudah tercatat 813 orang.

“Sejak beberapa minggu terakhir ini memang akhir pecan, atau memasuki akhir November angka kasus bertambah cukup banyak. Kenaikannya rata-rata dari setiap harinya,” sebutnya, melalui pesan singkat.

Agus mengatakan kenaikan itu berpengaruh terhadap jumlah isolasi mandiri (isoman) yang naik tujuh orang. Total saat ini ada 35 orang menjalani isoman. Sementara satu hari sebelumnya tercatat 28 orang.

Perawatan di RSUD Cideres turun satu orang setelah adanya pasien meninggal dunia. Total dari lima orang menjadi empat orang. Sedangkan di RSUD Majalengka masih satu orang.

“Untuk RS di luar Majalengka tidak ada tambahan kasus baru atau masih zero,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Majalengka tengah bersiap mengendalikan mobilitas masyarakat menjelang libur Nataru (Natal dan tahun baru).

Dalam beberapa hari ke depan, Pemkab Majalengka telah mengatur strategi menghadapi mobilitas saat libur Nataru (natal dan tahun baru).

“Kita akan melakukan pengetatan mobilitas dan protokol kesehatan di masa libur Nataru sesuai Inmendagri yang menetapkan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia selama libur Nataru. Jadi termasuk di Majalengka juga,” tegasnya.

Bupati menjelaskan, terkait tahun baru, khususnya 31 Desember 2021 dan 1 Januari 2022, dirinya memerintahkan instansi terkait pengamanan untuk melaksanakan penjagaan agar tidak terjadi kerumunan. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berpergian terlebih dahulu.

“Bagi perantau yang berada di luar Kabupaten Majalengka untuk tidak melakukan mudik mengingat adanya varian baru serta melihat kondisi masih adanya yang terpapar Covid-19,” imbaunya.

Pihaknya juga tengah mengingatkan bahwa cuti tahunan tidak diperkenankan bagi ASN, PNS, TNI, Polri, BUMN, swasta dan lainnya. Hal ini demi untuk kepentingan bersama.

“Khusus untuk tim satgas, saya harap untuk kembali memperkuat tracking, tracing, threatment (3T). Mengingat Kabupaten Majalengka masih terjadi kendala dalam tracing, karena belum adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya tracing untuk mengetahui penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk menyiapkan kebijakan dan langkah antisipasi menghadapi libur Nataru, khususnya pada rentang tanggal yang dianggap krusial.

Dalam rapat koordinasi tersebut, bahwa pembatasan mobilitas dan pengawasan protokol kesehatan harus dilakukan pada masa libur Nataru.

“Upaya Satgas Covid-19 Kabupaten Majalengka dalam mengendalikan kasus Corona sampai saat ini sudah berjalan baik. Jangan sampai terjadi kenaikan kasus usai libur Nataru nanti,” tandas Karna. (ono/radarmajalengka)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.