Kekurangan Perahu Karet , Kirim Logistik, Dirikan Dapur Umum di Lokasi Pengungsian

oleh -15 views
BANTUAN: Bupati Dr H Karna Sobahi MMPd didampingi kepala BPBD Majalengka Drs H Eman Suherman MM dan kepala Pelaksana BPBD Majalengka H Iskandar Hadi Priyanto SSos MSi memberikan logistik di Desa Pangkalan Pari Kecamatan Jatitujuh dan Desa Wanasalam Kecamatan Ligung. FOTO: ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd melakukan kunjungan ke beberapa titik lokasi banjir di wilayah utara Majalengka, Senin (8/2). Bupati melihat langsung proses evakuasi para korban di Desa Pangkalan Pari Kecamatan Jatitujuh yang merupakan lokasi banjir paling parah di wilayah utara Kota Angin. Banjir dengan ketinggian 1 meter lebih itu mengakibatkan ratusan rumah terendam dan ada beberapa warga terjebak banjir.

“Kita sudah komunikasi dengan tim Basarnas terkait penanggulangan bencana banjir di beberapa wilayah. Seperti di Desa Pangkalan Pari Kecamatan Jatitujuh ini ada sebagian warga yang masih terjebak banjir,” kata bupati, kepada wartawan.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan tim Basarnas terkait proses evakuasi bagi masyarakat yang masih bertahan. Kondisi mereka yang bertahan karena memang volume air sudah surut. Namun tetap harus membutuhkan droping logistik. Pemkab Majalengka juga sudah menyediakan untuk kebutuhan logistik di tempat pengungsian.

“Kita buatkan dapur umum untuk warga. Kita berupaya bagaimana caranya mengevakuasi korban yang terjebak banjir. Jangan sampai mereka tidak ingin dievakuasi. Khawatir nanti air tersebut naik lagi yang akan menjadi kendala dan menambah korban,” ujarnya.

Karenanya, semua masyarakat yang terjebak banjir itu semua ditarik dan dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Untuk wilayah Pangkalan Pari ini ada dua titik pengungsian yakni di dua lembaga pendidikan (SD). Pihaknya terus melakukan upaya persuasif untuk membujuk warga agar mau di evakuasi. Intinya dilakukan penyelamatan terlebih dahulu terhadap warga.

“Nanti akan dibuat dapur umum di lokasi pengungsian. Sementara ada perahu dari Basarnas dan BPBD yang kurang memadai. Karena lokasi titik banjir di wilayah utara ini cukup banyak. Kabupaten Indramayu juga sama kondisinya lagi darurat,” terangnya.

Dalam penanganan upaya bencana banjir ini, lanjut bupati, pihaknya melakukan dua tahap yang tengah dilaksanakan. Tahap pertama yaitu mengevakuasi korban ke tempat yang lebih aman. Kondisi ini sejatinya tengah terjadi di beberapa kabupaten yang mengalami hal serupa. Namun Karawang paling parah. Sehingga perahu karet banyak di konsentrasikan ke Karawang.

“Kita juga kekurangan perahu karet untuk evakuasi para korban,” imbuhnya.

Untuk tahap kedua yakni membantu dan menyalurkan sembako kepada masyarakat setelah proses evakuasi sudah selesai dilaksanakan. Tim Basarnas, BPBD, Satpol PP dan TNI/Polri terjun kelapangan untuk mengevakuasi para korban. Terkait adanya rumah rusak berat, maka akan direhabilitasi yang nantinya akan diprogramkan pada Rutilahu. Banjir di beberapa titik tersebut yang paling parah Kertajati, Jatitujuh dan Ligung yang membawahi beberapa desa di wilayah tersebut.

Sementara itu, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka Drs H Eman Suherman MM yang turut mendampingi bupati dalam melakukan kunjungan ke beberapa titik banjir telah menyarankan kepada petugas agar segera menarik warga untuk dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Terlebih di wilayah Desa Pangkalan Pari ini warga yang terjebak jaraknya cukup jauh dari wilayah aman atau sekitar 4 kilometer.

“Jaraknya cukup jauh. Mereka yang masih bertahan itu di perbatasan dengan sungai Cimanuk. Basarnas juga sulit mendroping logistik. Karena ada posisi kedalaman yang kandas dan dilalui perahu karet. Tentu harus dengan estapet. Kita juga sudah menyediakan dapur lapangan untuk para korban,” imbuhnya. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *