Majalengka Masuk PPKM Level 3, Dinkes: Cakupan Vaksinasi Masih Kurang

oleh -8 views
Vaksin Covid-19
Vaksin Covid-19

MAJALENGKA – Kabupaten Majalengka kembali masuk Level 3 pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang pada Senin (4/10) lalu.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majalengka membenarkan bahwa sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, Level 2, Level 1 Corona Virus Disease 2019 di wilayah Jawa dan Bali, Kota Angin masuk di level 3.

Sekretaris Dinas Kesehatan H Agus Susanto menyebutkan, di Provinsi Jawa Barat yang masuk PPKM Level 2 hanya Kota Cirebon, Kabupaten Pangandaran, dan Kota Banjar. Sedangkan Kabupaten Majalengka masuk level 3 bersama 23 kabupaten/kota lain di Jabar.

“Dalam surat Kemendagri itu bahwa Penyesuaian Upaya Kesehatan Masyarakat dan Pembatasan Sosial dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan, dan ditambahkan dengan indikator capaian total vaksinasi dosis 1 dan vaksinasi dosis 1 lanjut usia di atas 60 tahun, dari target vaksinasi minimal 60 persen,” kata Agus, Rabu (6/10).

Agus menjelaskan penetapan perubahan Kabupaten Majalengka masuk PPKM level 3 itu dikarenakan cakupan vaksinasi di Kota Angin itu masih rendah.

Jumlah persentasenya masih di bawah 50 persen. Namun demikian, PPKM level 3 juga bukan hanya terjadi di Kabupaten Majalengka saja melainkan 23 kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat yang memiliki cakupan vaksinasi masih rendah.

Herd Immunity atau kekebalan kelompok terhadap Covid-19 di Majalengka itu masih belum terbentuk. Sehingga PPKM kembali naik menjadi level 3,” jelasnya.

Agus menerangkan, indikator sebuah daerah atau kabupaten/kota dari level PPKM itu dari cakupan vaksinasi. Artinya, bukan lagi pada angka konfirmasi positif, isolasi mandiri hingga kasus meninggal dunia.

“Ya, jadi sekarang itu indikator PPKM level di suatu daerah bukan dari sebaran kasusnya yang tinggi, tetapi karena cakupan vaksinasi,” terang Agus.

Lebih lanjut, Agus mengatakan, ketika daerah cakupan vaksinasinya sudah di atas 70 persen itu bisa masuk level 2. Terkait sebaran kasus konfirmasi di Kota Angin, Agus mengklaim bahwa angka kasus di Majalengka dapat terkendali semua.

Pihaknya terus berupaya untuk menggenjot bagaimana akselerasi vaksinasi di Majalengka agar lebih maksimal. Sehingga diharapkan Majalengka bisa kembali masuk di level 2. Namun, Agus membeberkan, yang jadi permasalah di Majalengka yaitu distribusi vaksinnya.

“Padahal teman-teman di lapangan sudah siap. Hambatannya ada pada distribusi vaksin. Ketersediaan vaksin di kita (Majalengka, red) terbatas. Kemarin saja baru datang 50 ribu dosis jenis Sinovac. Dari 50 ribu itu, 3 ribu dosis pelaksanaan vaksinasinya di rumah sakit,” beber Agus. (ono/radarmajalengka)

Baca juga: