Pembagian Air Bendung Rentang Dibatasi

oleh -71 views

MAJALENGKA – Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Sindupraja dan Sungai Cipelang merasa heran. Pasalnya debit air dari Bendung Rentang Jatitujuh semakin berkurang.

Sejak September, volume air di kedua sungai hampir berkurang drastis. Tidak seperti biasanya yang aliran sungainya selalu melimpah, bahkan sampai meluber ke pinggir bantaran sungai.

Petugas penjaga pintu air Bendung Rentang, Tasmin mengatakan pihak pengelola Bendung Rentang harus pandai membagi jadwal giliran air. Sehingga semua area pertanian yang menjadi tanggungjawab pengairannya terbagi dengan adil.

“Awal September ini pembagian air di kedua saluran yakni Sungai Sindupraja dan Sungai Cipelang mulai dibatasi. Hal ini mengingat ketersedian air di Bendung Rentang mulai menyusut seiring musim kemarau yang berkepanjangan,” ujarnya, kemarin (16/9).

Pembagian air dibatasi karena sebagian area pertanian baik di wilayah Kabupaten Majalengka, Cirebon dan Indramayu sudah selesai masa panen. Sehingga petani di area tersebut sudah tidak membutuhkan lagi pengairan untuk areal pesawahan.

“Mereka hanya butuh pengairan untuk keperluan palawija dan sumber air lainnya,” imbuhnya.

Sejatinya pengurangan pembagian air menjelang di September dan Oktober di Sungai Sindupraja dan Sungai Cipelang sudah rutin dilakukan. Namun memang tahun ini masyarakat banyak yang bertanya karena kekeringan mulai melanda.

“Sebenarnya setiap tahun pengurangan pembagian air itu sudah biasa seiring dengan berakhirnya masa panen MT II. Hanya tahun ini karena musim kemarau panjang, maka masyarakat banyak yang mengeluh. Karena sumur di lingkungan mereka mulai mengering dan berharap dari saluran kedua sungai itu,” paparnya.

Disamping mulai mengurangi debit giliran air, lanjut dia, awal Oktober mendatang pihak Bendung Rentang Jatitujuh akan melakukan pengeringan total di kedua saluran baik di Sungai Sindupraja ataupun Cipelang. Hal ini dilakukan untuk membenahi saluran di kedua sungai dan pengurasan lumpur di muka pintu bendungan, sekaligus pengecatan.

“Ya benar awal Oktober akan dilakukan pengeringan total. Langkah ini untuk perbaikan sarana dan prasarana yang ada di Bendung Reentang,” pungkasnya.

Salah satu masyarakat yang tinggal di pinggir bantaran Sungai Sindupraja menyambut baik pengaturan pembagian debit air sesuai kebutuhan area pertanian. Sehingga air yang disalurkan dari Bendung Rentang tepat sasaran.

“Fungsi dari saluran Sungai Sindupraja dan Sungai Cipelang adalah untuk pertanian. Sehingga keberadaannya harus terus dijaga sesuai fungsi pokoknya,” kata Kosim. (ono)