Pengukuhan Pengurus Dekranasda Sambil Promosi Batik Khas Majalengka

oleh -46 views
Selain pengukuhan pengurus baru Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Majalengka, acara tersebut juga menghadirkan produk-produk unggulan UMKM, salah satunya produk batik lokal khas Majalengka. (Foto: Istimewa)
Selain pengukuhan pengurus baru Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Majalengka, acara tersebut juga menghadirkan produk-produk unggulan UMKM, salah satunya produk batik lokal khas Majalengka. (Foto: Istimewa)

MAJALENGKA – Pengukuhan pengurus baru Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Majalengka digelar di lapangan tenis Sekretariat Daerah (Setda) Majalengka, Kamis (2/12/2021).

Dalam pengukuhan itu, Ketua Harian Dekranasda Majalengka, Dedeh Nurhayati melantik puluhan pengurus baru yang dinahkodai oleh Kepala Dinas Perdagangan, Aeron Randi.

Selain kegiatan pengukuhan, acara tersebut juga menghadirkan produk-produk unggulan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui stand-stand yang disediakan.

Salah satu UMKM yang dihadirkan, yakni produk batik lokal khas Majalengka. Produk batik lokal khas Kota Angin ini mengenalkan berbagai motif khas dari masing-masing kecamatan yang ada di Majalengka.

Ratna Dewiyani, selaku perajin batik mengatakan, sudah sejak 2015 ia mulai merintis bisnis batik dengan nama khas ‘Batik Miranti’.

Ratna sangat mencintai kota kelahirannya, oleh karena itu, membuat batik dengan motif yang hanya berasal dari Majalengka.

Ada 3 motif andalan Ratna demi mendongkrak popularitasnya sebagai perajin batik. Yakni, motif angin, batu alam dan kopi.

“Saat ini sudah ada puluhan motif batik asli ciri khas Majalengka. Tadi yang dikenalkan hanya sebagian saja yang memang unggulan. Dari puluhan motif batik itu, 3 motif paling unggulan, yaitu angin, batu alam dan kopi,” ujar Ratna Kamis (2/12/2021).

Tujuannya mengenalkan Majalengka melalui batik sendiri, jelas dia, ingin memberitahu masyarakat luas bahwa Majalengka yang sekarang bukanlah yang dulu. Dari 26 kecamatan yang ada, Ratna mengambil motif batik dari setiap kecamatan tersebut.

Ratna sendiri memproduksi batik dengan dua cara, yaitu kain batik tulis dan batik cetak. Memberdayakan belasan orang warga sekitar tempat tinggalnya untuk memproduksi produk batiknya.

Tidak selalu harus bekerja dari rumah produksi, para perajin di Batik Miranti ini dapat melakukan pekerjaannya dari rumah masing-masing. (bae/radarmajalengka)