Penuh, Terpaksa Menunggu di IGD, Jumlah Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 Melonjak

oleh -26 views
RUANG COVID-19: Ruang Kenanga menyiapkan 32 tempat tidur untuk pasien Covid-19. Namun saat ini kondisi di Ruang Kenanga sudah penuh. FOTO: ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Meningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Majalengka berdampak pada jumlah tempat tidur untuk pasien positif Covid-19 di RSUD Majalengka penuh. Bahkan, pasien Covid-19 dengan status bergejala masih tertahan dan menunggu di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Kabid Pelayanan Medis dan Penunjang Medis RSUD Majalengka Sumarti menyebutkan, di rumah sakit tempatnya bertugas terdapat 41 tempat tidur. Dari 41 tempat tidur itu, terdapat di beberapa ruangan.

Dari jumlah tempat tidur tersebut, di antaranya Ruang Kenanga menyiapkan 32 tempat tidur. Saat ini kondisi di Kenanga itu penuh. Di luar Kenanga ada 9 tempat tidur. Di Ruangan Aster juga ada dua tempat tidur. “Aster itu untuk anak di bawah 1 tahun. Kita punya satu kasus di Ruang Aster,” ujar Sumarti, Selasa (15/6).

Dia mengungkapkan, tempat tidur untuk pasien terkonfirmasi Corona juga terdapat di Ruang Melati, Flamboyan dan Mawar. Sama seperti seperti Kenanga, tempat tidur di ruang lainnya juga sudah terdapat pasien dengan status terkonfirmasi positif. “Jadi kondisi sekarang tempat tidur yang ada di Rumah Sakit Majalengka itu penuh. Bahkan di IGD kita punya tujuh daftar tunggu, masih suspek yang akan dilakukan pemeriksaan lanjutan,” ucapnya.

Kendati demikian, pihaknya dipastikan tidak ada penolakan terhadap warga yang memiliki gejala Covid-19. Pasalnya, hal itu sangat pantang dilakukan oleh tempat pelayanan kesehatan. “Kita berusaha. Selama ini kan tidak kita tolak. Termasuk di IGD, kita itu punya kapasitas cuma enam sebenarnya. Tapi sekarang jadi tujuh. Jadi nggak ada yang ditolak,” jelasnya.

Sat ini kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Majalengka terus mengalami lonjakan. Hal itu salah satunya ditandai dengan keterisian kapasitas tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) untuk pasien Covid-19 sudah over kapasitas pada setiap rumah sakit.

Angka kenaikan temuan kasus Covid-19 ini diperkirakan masih akan terus meningkat di minggu-minggu berikutnya. Berdasarkan pengalaman empiris di setiap libur panjang seperti yaitu libur panjang Natal dan Tahun Baru, libur panjang Idul Fitri, dan libur panjang lainnya, biasanya kenaikan kasus Covid-19 itu akan mencapai puncaknya sekitar 5 sampai 7 minggu setelahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka dr H Harizal Harahap melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Majalengka H Agus Susanto menuturkan, dari pengalaman yang telah terjadi sebelumnya, semakin tinggi jumlah kasus positif Covid-19, tentu akan berpengaruh dengan semakin tinggi persentase pasien yang akan dirawat di rumah sakit.

“Berkaca pada pengalaman sebelumnya rata-rata 20 persen dari total pasien positif Covid-19 itu perlu dirawat di rumah sakit, dan 5 persen di antaranya harus dirawat di ruangan isolasi,” ungkapnya.

Kapasitas tempat tidur di masing-masing rumah sakit memang berbeda-beda, tergantung dari jenis dan lokasi rumah sakit. Sebagai contoh RSUD Majalengka dan RSUD Cideres terjadi kenaikan BOR, namun jumlah tempat tidur di kedua rumah sakit itu pasti berbeda.

Agus menerangkan, seluruh rumah sakit jika menerapkan anjuran Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19 ada aturannya. “Jika BOR-nya telah terisi lebih dari 80 persen dari peruntukan untuk Covid-19, maka kapasitas akan ditambah lagi menjadi 40 persen, dan 25 persen dari tempat tidurnya harus menjadi ICU khusus ruang isolasi Covid-19,” bebernya.

Pihaknya berharap seluruh elemen masyarakat bisa memahami bahwa kemampuan rumah sakit itu memiliki keterbatasan. Sehingga lalai dalam menjalankan protokol kesehatan akan merugikan semua pihak, dan kasus terkonfirmasi semakin naik.

Menurutnya, saat ini komunikasi antara pihaknya dengan rumah sakit dalam penanganan Covid-19 telah berjalan cukup baik. Gugus tugas kabupaten yang dikomando langsung bupati Majalengka beserta unsur Forkopimda sangat perhatian, dan fokus dalam upaya penanggulangan dan upaya pencegahan. Bahkan, semua unsur telah membagi tugas dan fungsinya dalam upaya penanggulangan.

“Berbagai komponen turun dan membantu dalam pelaksanaan di lapangan. Semoga sinergi baik ini terus terjaga dan dapat terus kita tingkatkan bersama,” harapnya.

Disamping itu, peran aktif masyarakat saat ini sangat penting dibutuhkan dalam usaha penanganan pandemi Covid-19 ini. Pihaknya sangat berharap kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sangat penting. “Sehingga kita akan mudah dalam memutus rantai penularan Covid-19. Perlu diketahui tidak semua rumah sakit dan memiliki kapasitas tempat tidur ruang isolasi yang cukup untuk menampung pasien Covid-19,” katanya.

Tak hanya itu, masyarakat juga diharapkan agar dapat tetap menjaga protokol kesehatan dan melaksanakan imbauan pemerintah untuk vaksinasi. Karena semakin banyak masyarakat yang positif Covid-19, maka kebutuhan rawat inap di rumah sakit juga akan semakin meningkat.

“Jika kapasitas rumah sakit penuh dalam menampung pasien Covid-19, maka kami akan mengalami kendala dalam penanganan. Karena tidak mudah membuat ruang isolasi yang sesuai standar. Rumah sakit juga akan semakin sulit untuk membantu pasien,” tandasnya. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.