PKS Bantu Korban Banjir

oleh -16 views
BANTUAN: Ketua DPD PKS Kabupaten Majalengka, Roni Setiawan SSi menyerahkan bantuan kepada korban banjir, beberapa waktu lalu. FOTO: HUMAS DPD PKS MAJALENGKA FOR RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Bencana banjir di tengah pandemi covid- 19 yang menerjang wilayah utara Kabupaten Majalengka  mengakibatkan banyak  warga menjadi korban dan terdampak banjir. DPD  Partai  Keadilan  Sejahtera (PKS)  Kabupaten  Majalengka tidak berdiam diri dan berpangku  tangan  menyaksikan  korban banjir  di sejumlah kecamatan di Kabupaten Majalengka tersebut.

Ketua DPD PKS Kabupaten  Majalengka,  Roni  Setiawan  SSi menerangkan, para  kader  PKS  Kabupaten  Majalengka  langsung turun  ke daerah-daerah yang diterjang banjir sejak  Minggu (7/2).

Para anggota  dewan dari Fraksi PKS DPRD Kabupaten  Majalengka  turun  langsung di Kecamatan Kadipaten. Seterusnya pada  Senin (8/2)  turun ke lapangan dengan berkeliling di Desa  Ligung Lor, Wanasalam Kecamatan Ligung   lalu ke Desa Pangkalanpari Kecamatan Jatitujuh dan Kecamatan Kertajati.

“Para kader PKS  membantu masyarakat bersih- bersih rumah di Desa Pagandon Kadipaten dan melakukan mobilisasi bantuan dalam bentuk dana, nasi bungkus dan pakaian layak pakai,” beber Roni kepada Radar, kemarin.

Selanjutnya,  pada Selasa (9/2) kader PKS   mendatangi dan memberi bantuan  ke wilayah Kecamatan Dawuan dan Desa Bantarjati Kertajati  yang masih terendam.

Diungkapkan Roni, berdasarkan hasil temuan  di lokasi banjir, menurut keterangan aparat atau korban bahwa banjir di daerah Ligung dan sekitarnya terjadi kerana banyak dilalui anak sungai dan pendangkalan sungai sehingga normalisasi sangat dibutuhkan.

Ditambahkaan, banjir juga sedikit pengaruh pendirian pabrik atau industri di sekitarnya. Sedangkan   banjir  yang menimpa  wilayah Desa Bantarjati Kecamatan Kertajati, sambungnya, berdasarkan  penuturan  Kuwu Bantarjati bahwa  kejadian banjir terjadi karena keberadaan BIJB, sehingga tidak ada lagi rawa sebagai penampungan air.

“Sejak ada BIJB, Desa Bantarjati dan sekitarnya  selalu banjir, dan banjir kali ini yang paling dahsyat. Sampai hari ke-3 air masih menggenang setinggi 40 cm di beberapa titik,” bebernya.

Sementara di Kecamatan Kadipaten dan Dawuan paling banyak warga terdampak, banyak barang seperti kasur dan alat- alat  rumah tangga terendam air.

Roni menegaskan, manajemen penyaluran bantuan harus mengikuti prinsip keadilan, karena bisa menimbulkan konflik horizontal di masyarakat. Sebagaimana keluhan dari masyarakat Blok Jumat Desa Bantarjati kepada aleg PKS, Dhora Darojatun dan H Dedi Rasidi.

“Ini PR buat Pemda untuk memperhatikan dan segera melakukan langkah langkah berbasis asesmen terhadap penyebab banjir tersebut  seperti normalisasi sungai dan amdal pendirian industri yang mungkin akan banyak didirikan,” tegasnya. (ara/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *