Segitiga Rebana Ditawarkan Kepada 17 Negara Dalam West Java Investment Summit 2021

oleh -3 views
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi keynote speech saat pembukaan West Java Investment Summit (WJIS) 2021 dengan tema "Navigating Post-COVID World: Investment Growth for Resilient West Java", di Savoy Homan, Kota Bandung, Kamis (21/10). (Foto: Biro Adpim Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi keynote speech saat pembukaan West Java Investment Summit (WJIS) 2021 dengan tema "Navigating Post-COVID World: Investment Growth for Resilient West Java", di Savoy Homan, Kota Bandung, Kamis (21/10). (Foto: Biro Adpim Jabar)

BANDUNGWest Java Investment Summit (WJIS) 2021 resmi dibuka. Event akan berlangsung secara hybrid di Savoy Homan, Kota Bandung, pada Kamis – Jumat (21 – 22/10).

WJIS 2021  kali ini mengambil tema “Navigating Post-COVID World: Investment Growth for Resilient West Java” diharapkan investasi bisa menjadi salah satu jalan keluar sekaligus menyongsong kondisi ekonomi pasca -Covid-19.

Event ini merupakan yang ketiga kali digelar laksanakan dan kedua kali dilakukan di saat pandemi atau mulai 2019, 2020, dan 2021. Ajang ini mempromosikan 31 proyek besar dan sedang untuk ditawarkan ke calon investor. 

Menurut Kepala Dinas Pernanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, 31 proyek yang ditawarkan memiliki nilai Rp41,06 triliun.

Selama dua hari pemilik proyek seperti swasta, BUMN, BUMD, maupun pemerintah daerah akan melakukan pertemuan dengan calon investor baik dari dalam dan luar negeri.

“31 proyek ini akan diperkenalkan dan ditawarkan kepada calon investor dari 17 negara. Akan ada pertemuan tatap muka dua pihak yang difasilitasi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar dan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat,” ujarnya dalam sambutan pembukaan WJIS, Kamis (21/10).

Selain 31 proyek yang akan ditawarkan, dalam event ini juga ditandatangani 33 MoU antara Pemdaprov Jabar dengan Pemda kabupaten/kota serta sejumlah BUMD di Jawa Barat. “Nilau MoU diperkirakan mencapai Rp6,5 triliun” imbuhnya.

Noneng mengatakan, pada semester I/2021 Jawa Barat menempati peringkat pertama realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan total Rp72,46 triliun.

Event WJIS yang berlangsung selama dua hari ini menjadi salah satu upaya mendorong peningkatan investasi di Jawa Barat.

WJIS menjadi ajang promosi potensi dan peluang investasi di Jawa Barat. WJIS 2021 bisa menjadi sarana komunikasi yang baik untuk investor yang hendak menanamkan modal ke Jawa Barat.

Berbeda dengan dua penyelenggaraan sebelumnya, WJIS ini memperkenalkan dua kawasan ekonomi baru sebagai daya tarik baru, yakni Metropolitan Rebana dan Jawa Barat Selatan.

Sementara, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat, Herawanto menegaskan pentingnya pemerataan investasi antara Jawa Barat bagian utara dan selatan dalam rangka mendorong resiliensi dan inklusivitas pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Di kawasan utara, potensi investasi Jawa Barat terkait dengan proyek Segitiga Rebana (Cirebon – Subang – Majalengka) yang kompleks dan canggih.

Kawasan pertumbuhan ekonomi baru ini dirancang untuk menjadi kawasan dengan beberapa smart city metropolitan dan kawasan industri yang dikelilingi oleh infrastruktur pendukung yang penting seperti Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kertajati, dan jalan tol di antaranya Tol Cisumdawu. 

Di kawasan selatan, investasi Jawa Barat diarahkan pada berbagai proyek ekonomi hijau (green economy) yang terdiri dari proyek sektor pariwisata serta proyek sektor pertanian.

“Secara khusus, proyek-proyek tersebut diharapkan akan menjawab keprihatinan penting investor global tentang masalah ekonomi hijau akibat perubahan iklim yang dialami secara global,” ujarnya.

Bank Indonesia mencatat, Jawa Barat merupakan provinsi kontributor terbesar ketiga bagi perekonomian Indonesia.

Salah satu elemen penting dalam mendorong perbaikan ekonomi dan mendukung pencapaian resiliensi ekonomi Jawa Barat adalah investasi.

Sumbangan investasi terhadap perekonomian Jawa Barat mencapai 24,88 persen dari PDRB atau komponen kedua terbesar setelah konsumsi.

Sejalan dengan hal tersebut, Jawa Barat menjadi destinasi investasi utama secara nasional, baik investasi yang bersumber dari PMA dan PMDN.

Realisasi investasi di Jawa Barat yang tetap tinggi di tengah pandemi didukung oleh tiga hal, yakni infrastruktur pendukung yang memadai, SDM lebih berkualitas dan dukungan pemerintah daerah.

Seperti iklim investasi baik seperti proses perizinan mudah, promosi investasi berkelanjutan, serta dukungan Pemerintah Pusat seperti melalui berbagai proyek infrastruktur nasional di Jawa Barat.

Event The 3RD WJIS merupakan puncak rangkaian kegiatan Road to WJIS 2021, yaitu forum infrastruktur, peluncuran ekosistem investasi Jawa Barat, dan peningkatan kapasitas presentasi ikhtisar proyek investasi.

Acara puncak WJIS 2021 secara resmi dibuka dengan penyampaian keynote speech Gubernur Bank Indonesia oleh Perry Warjiyo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, serta Menteri Investasi Indonesia/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia.

Adapun sebagai tuan rumah, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat Herawanto, serta Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Barat dan Noneng Komara Nengsih turut menyampaikan sambutan pembuka WJIS 2021. (rls)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.