Senggol Truk dan Tabrak Pikap, Satu Tewas

oleh -25 views
DIDEREK: Grand Max diderek setelah terlibat tabrakan di Desa Rancaputat, Kecamatan Sumberjaya, kemarin (4/11). FOTO: ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Kecelakaan terjadi di ruas jalan Cirebon-Kadipaten tepatnya di Desa Rancaputat, Kecamatan Sumberjaya, Senin (4/11). Sebuah kendaraan pikap Gran Max Nopol D 8664 EX bertabrakan dengan sepeda motor Honda Karisma Nopol E 6560 VH, sekitar pukul 12.15 WIB.

Akibat kejadian itu, satu penumpang sepeda motor yakni Warniti (46) warga Blok Selasa RT 01 RW 04, Desa Panjalin Kidul kecamatan Sumberjaya meninggal dunia.

Kaur Umum Desa Panjalin Kidul, Karyono di tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan insiden bermula korban Warniti mengendarai sepeda motor Honda Karisma bersama suaminya Abdul. Keduanya hendak silaturahmi ke anggota keluarga yang ada di Sumedang.

Sesampainya di lokasi kejadian, Abdul sempat menyenggol terlebih dahulu truk di depannya.

“Di depan ada truk berhenti mendadak. Jadi mungkin kagok akhirnya banting setir ke kanan, tetapi sempat menyenggol bagian belakang truk itu,” kata Karyono.

Setelah menyenggol truk yang tidak diketahui nopolnya, Warniti malah terjatuh ke bagian kanan jalan. Dari arah berlawanan muncul pikap Grand Max yang dikemudikan oleh Riyanto (24).

“Diduga korban tertabrak oleh pikap Grand Max yang melaju kencang dari arah berlawanan (Kadipaten),” terangnya.

Melihat kondisi korban yang mengalami luka parah di bagian wajah dan kepala, Karyono menduga korban sempat terlindas oleh mobil pikap tersebut. Pasalnya, helm korban pecah akibat hantaman sangat keras.

Sementara itu, sopir pikap Grand Max, Riyanto (24) mengatakan kendaraannya tidak sampai menabrak apalagi sampai melindas korban. Mobil yang dikemudikannya sendiri oleng nyaris menghantam pohon Mahoni.

“Saya berupaya banting setir ke kiri untuk menghindari sepeda motor yang ja tuh didepan saya. Dan mobil pun sampai menabrak pohon. Saya mau ke Parapatan ngecek tower Provider,” terangnya.

Petugas unit Laka Lantas Polres Majalengka yang tiba olah tiba dan melakukan olah TKP. Guna kepentingan penyelidikan, petugas membawa kedua kendaraan.

“Nanti kalau sopir sudah di BAP bisa kita simpulkan apakah menabrak korban atau tidak. Karena di lokasi kejadian sopir ini tetap berpendapat tidak menabrak,” kata petugas Laka Lantas, Brigadir Aris. (ono)