Subhanallah! Gegara Buang Air Kecil, Pria Asal Amerika Serikat Ini Masuk Islam

oleh -7 views
Abdu-rahhem McCarthy (Foto: tangkapan layar youtube Ape Astronaut)
Abdu-rahhem McCarthy (Foto: tangkapan layar youtube Ape Astronaut)

JAKARTA – Abdur-Rahheem McCarthy adalah seorang mualaf asal Amerika Serikat. Dia sangat kagum dengan adab umat Islam saat buang air kecil alias kencing.

Dia mengakui, cara muslim buang air kecil, persisi seperti apa yang dia lakukan sejak dahulu. yakni Tertutup.

Dia mengatakan, fenomena toilet berdiri saat ini di negara-negara barat, para pria sering kali kencing berdiri sambil berbincang dan tidak menutup diri.

“Jika anda tahu dalam budaya barat, sayangnya juga di banyak negara muslim saat ini. Anda melihat toilet berdiri berdampingan. Para pria lalu kencing sambil berdiri dan saling berbibcang,” katanya.

Dia mengakui, sejak dahulu tidak menyukai kencing sambil berdiri apalagi berbincang dengan orang lain di sampingnya.

Sehingga ketika mengetahui adab muslim saat kencing, Abdur-Rahheem akui kagum karena itu sesuai dengan kebiasaannya.

“Aku diajarkan bahwa itu momen pribadi untuk fokus. Bukan waktu untuk bersosialisasi. Jadi aku tidak pernah merasa nyaman di sana, selalu terasa aneh bagiku. Lalu saat ku tahu muslim menutup diri mereka, aku berkata: woow! itu sangat menarik.” ucapnya.

Dia juga mengatakan, padahal adab kencing duduk jauh lebih mudah. Dan, juga bisa menghindari pakaian terkena air kencing.

“Dalam buku itu dijelaskan muslim kencing sambil duduk untuk hindari pakaian terkena najis (air kencing,red), sehingga bisa melaksanakan salat dalam keadaan suci. Wow ,itu juga masukn akal, itu yang saya lakukan sejak dulu, saya kencing sambil duduk, karena terasa lebih nyaman dan alami,” katanya lagi.

Selain kagum dengan tata cara buang air kecil, Abdur-Rahheem mengaku kagum atas islam, setelah membaca buku berjudul ‘Agama Kebenaran’ yang ia habiskan beberapa waktu untuk membaca 80 hingga 90 halaman itu.

“Yang pertama tentang Monotheisme dalam Islam. Tahudi: La Ilaha Illallah,” ungkapnya dikutip FIN dari kanal YouTube Ape Astronaut, Rabu (20/10).

Dia menilai, ajaran Islam tentang konsep ketuhanan sangat jelas. Berbeda dengan ajaran agamanya yang dahulu yang mengajarkan konsep Trinitas, 3 dalam 1. Dia menilai, konsep itu sangat susah dipahami.

“Karena saya tumbuh sebagai umat Kriten katolik, di mana kami mengimani Trinitas. Kami meyakini Tuhan itu 3 dalam satu, yang dari dulu sangat sulit untuk dipahami. Bahkan, saat kami tanya ke Pendeta pertanyaan umum itu, mereka pun tidak bisa jelaskan dengan baik. Dan sering kali mereka berkata: Terkadang Anda hanya harus mempercayainya,” ungkap Abdur-Rahheem.

“Dalam Islam ada pesan yang sangat jelas siapa itu Allah, siapa itu Tuhan: Tiada Tuhan selain Allah, yang maha kuasa. Pesan yang sangat jelas,” imbuhnya.

Kemudian, dalam Islam, berdoa tidak butuh perantara. Umat Islam berdoa langsung kepada Allah. Berbeda dengan agamanya yang sebelumnya.

“Dalam Islam Anda tak butuh itu, Anda memohon ampunan langsung kepada Tuhan,” pungkasnya. (dal/fin)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.