Sulap Kulit Semangka Jadi Selai dan Permen Jelly

oleh -13 views
INOVASI: Tim Pengabdian Masyarakat Unma yang dipimpin Dr Yoyo Zakaria Ansori MPd dan Ketua Yayasan Nurussyahid Desa Bantarjati Odong Abdurahman SAg SPd. FOTO: ISTIMEWA/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Memasuki musim kemarau banyak petani di daerah Kertajati yang beralih untuk menanam semangka. Wilayah tersebut merupakan daerah penghasil semangka yang sangat besar. Tetapi di daerah tersebut petani hanya bisa memanfaatkan daging semangka untuk dikonsumsi dan dijual sementara kulitnya dibuang.

Jika hal tersebut secara berkelanjutan dibiarkan maka akan menghasilkan limbah yang akan menjadi suatu masalah dan merugikan masyarakat sekitar. Pasalnya kulit semangka merupakan salah satu bahan yang sering dipandang tidak berguna. Apalagi semangka merupakan buah yang hampir ada setiap tahunnya, sehingga sampah yang dihasilkan dari semangka tersebut sangat berlimpah.

Menyiasati hal itu Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Majalengka (Unma) yang dipimpin Dr Yoyo Zakaria Ansori MPd beserta Dra Sri Sumartini MPd dan beberapa mahasiswa dari FKIP, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Pertanian melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengolah limbah kulit semangka ‘inul’ menjadi bahan dasar pembuatan selai dan permen jelly. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Yayasan Nurussyahid, Desa Bantarjati Kecamatan Kertajati.

Yoyo menjelaskan, alasan mengambil bahan dasar kulit semangka inul karena daerah-daerah sekitar Kecamatan Kertajati banyak ditanami semangka inul, bahkan hasil observasinya dalam 1 hektare sawah maka dapat menghasilkan 50 ton semangka inul.

“Dipilihnya jenis inul, lantaran semangka inul dapat tumbuh subur dan tidak terlalu membutuhkan air sehingga cocok di tanam saat musim kemarau pada lahan tadah hujan. Dengan mengolah semangka inul dari daging dan limbah kulit menjadikan harganya lebih ekonomis,” jelasnya.

Sementara itu ketua Pusat penelitian dan Pengabdian (P3M) Universitas Majalengka H Dadang Sudirno SE MSi mengapresiasi kegiatan tersebut karena Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kewajiban dosen untuk berkontribusi bagi masyarakat disekitar perguruan tinggi.

“Universitas Majalengka sebagai bagian dari Perguruan Tinggi di Indonesia sadar betul akan pentingnya kehadiran di tengah-tengah masyarakat,” imbuhnya.

Menurut ketua Yayasan Nurussyahid Odong Abdurahman SAg SPd menyampaikan rasa bangganya sekaligus ucapan terima kasih kepada tim PKM Universitas Majalengka yang telah memberikan pembinaan jiwa wirausaha sekaligus memberikan keterampilan kepada masyarakat sekitar.

“Dengan teknik pengolahan yang sederhana, produk yang dihasilkan memiliki harga yang ekonomis. Inovasi yang tim lakukan merupakan salah satu sarana untuk mengubah limbah menjadi produk yang memiliki harga jual,“ tandasnya. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.