Tekan Pengangguran, Program Magang 60 Pekerja Dimulai

oleh -5 views
PROGRAM MAGANG: Dinas K2UKM Kabupaten Majalengka bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat meresmikan program magang bagi 60 orang pencari kerja di Kabupaten Majalengka. FOTO: ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Salah satu tugas penting pemerintah adalah menekan angka pengangguran terbuka. Persoalan menjadi tidak mudah karena setiap tahun terus bertumbuh pencari kerja baru. Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat baru-baru ini telah meresmikan program magang bagi 60 orang pencari kerja di Kabupaten Majalengka. Kegiatan tersebut dituntut agar bisa menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri yang dinilai sangat penting.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (K2UKM) kabupaten Majalengka Dr Ir H Sadili MSi mengungkapkan salah satu cara penyiapan tenaga kerja adalah melalui program magang.

”Alhamdulillah kita mendapat alokasi program pemagangan kerja untuk 60 orang. Ke-60 peserta magang tersebut tersebar di lima perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka. Untuk selama 5 bulan,” ujarnya, kemarin.

Program ini penting untuk menyiapkan sumberdaya manusia yang dibutuhkan oleh industri, sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Nantinya diharapkan setelah lima bulan mengikuti program magang tersebut, pencari kerja memiliki keterampilan yang baik, disiplin dan mengenal dunia kerja di sektor industri.

Setidaknya memiliki sertifikat pengalaman kerja yang bisa digunakan untuk melamar kerja. Sehingga tidak heran selesai program magang, banyak diantara peserta magang langsung direkrut menjadi karyawan oleh industri ditempat dimana dia magang.

“Tahun kemarin 70-80 persen peserta magang direkrut menjadi karyawan. Mudah-mudahan tahun ini juga peserta magang bisa direkrut oleh industri, begitu program magang selesai,” harap Sadili.

Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Majalengka ini menambahkan, pentingnya penyiapan SDM yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan industri menjadi prioritas.

Hal ini agar penyerapan tenaga kerja lokal lebih baik lagi. Pihaknya berharap tahun depan kembali mendapat alokasi anggaran program pemagangan, baik yang bersumber dari APBD Provinsi maupun Kabupaten. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.