Terapkan Prokes, 127 Kades Dilantik Virtual

oleh -10 views
VIRTUAL: Bupati Dr H Karna Sobahi MMPd menjelaskan terkait mekanisme pelantikan kepala desa terpilih di 127 desa di laksanakan di kecamatan masing-masing secara virtual, hari ini, Jumat (23/7). FOTO: ISTIMEWA/RADAR MAJELENGKA

MAJALENGKA – Pelantikan kepala desa (kades) terpilih di Kabupaten Majalengka akhirnya bakal dilaksanakan pada hari ini, Jumat (23/7). Hal itu setelah mendagri memberikan jawaban atas usulan pemerintah daerah terkait waktu pelaksanaan pelantikan yang dilayangkan beberapa waktu lalu. “Surat izin dari mendagri sudah kita terima. Kita sudah bahas dan konsep dengan tim. Rencananya besok (hari ini, red) dilaksanakan di kecamatan masing-masing,” kata bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd, kemarin (21/7).

Terkait teknis pelaksanaannya, Karna menyampaikan bahwa kegiatan pelantikan akan digelar secara virtual. Mengingat, kasus Covid-19 di Majalengka masih tergolong tinggi, sehingga menghindari kontak fisik yang dapat melanggar protokol kesehatan. “Bupati melantik secara virtual dari pendopo,” katanya.

Selain diadakan secara virtual, untuk memperketat protokol kesehatan (prokes), diharapkan para kades terpilih hanya bisa didampingi oleh 2 orang. Sehingga, tidak terlihat berkerumun di dalam ruangan yang telah ditetapkan. “Untuk memperketat protokol kesehatan, Kades terplih hanya boleh didampingi dua orang yaitu Ketua BPD dan LPM,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris daerah (Sekda) kabupaten Majalengka Drs H Eman Suherman MM menambahkan bagi kepala desa terpilih yang akan dilantik diwajibkan tes swab antigen sebelum mengikuti pelantikan yang akan digelar secara virtual, pada Jumat (23/7). “Ini sebagai bentuk upaya Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk mencegah adanya persebaran Covid-19. Maka, kesehatan Cakades ini dipastikan dengan diswab antigen,” tambahnya.

Menurutnya selain kades terpilih, pengantar juga harus menjalani swab antigen. Sedangkan yang ada di dalam ruangan prosesi pelantikan hanya camat, muspika dan rohaniwan. Pihaknya tidak mau virus Corona menyebar kembali. Ia tidak mau kecolongan dan muncul klaster penyebaran virus Covid-19 dari pelantikan kepala desa tersebut.

Meski mekanisme untuk pelaksanaan pelantikan secara virtual. Namun, pihak panitia di kecamatan harus benar-benar melakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Eman menjelaskan, bahwa dipercepatnya pelaksanaan pelantikan tersebut, karena sudah lama dari 127 desa mengalami kekosongan jabatan.

“Sedangkan pelaksanaan kegiatan di desa harus segera di laksanakan apalagi dengan penyaluran bansos harus mengetahui kepala desa definitif,” imbuhnya.

Ia berpesan, kepada calon kepala desa yang akan dilantik tidak boleh membawa massa untuk menghindari kerumunan dan ini semua untuk kebaikan bersama. “Jika ada yang membandel dan menimbulkan kerumunan, panitia di kecamatan harus tegas dan harus memberi sanksi,” katanya.

Pelantikan kades terpilih secara virtual menyusul karena masih berlangsungnya masa PPKM darurat. Sebelumnya, pelantikan sejatinya bakal digelar pada 8 Juli 2021 secara langsung. Namun, karena lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah tinggi termasuk di Majalengka, pelantikan ditunda.

Ditundanya pelantikan juga tertuang dalam surat Kemendagri Nomor 141/3170/BPD tentang penundaan Pilkades Serentak dan Pemilihan Antar Waktu (PAW) se-Jawa dan Bali. Kegiatan pelantikan 127 Kepala Desa terpilih paska Pilkades serentak pada 22 Mei 2021 lalu. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.