Tetapkan 33 Desa Wisata, Disparbud Siap Lakukan Pembinaan

oleh -47 views
WISATA ALAM: Curug Tapak Kuda di Desa Sadawangi, Kecamatan Lemahsugih merupakan objek wisata yang sedang berkembang. Pemkab Majalengka telah menetapkan 33 desa wisata yang menjadi prioritas pembinaan.

MAJALENGKA – Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Majalengka No. 556/kep.734-disparbud/2019 tentang Penetapan Desa Wisata di Kabupaten Majalengka. Ada sebanyak 33 desa di 26 kecamatan se Kabupaten Majalengka yang dinilai berpotensi menjadi daerah tujuan wisata.

Dalam SK tertanggal 14 Oktober itu, desa-desa yang terdata dalam SK itu tersebar di beberapa kecamatan, baik di wilayah Majalengka selatan, tengah, maupun utara. Namun, ada beberapa kecamatan di antara desanya tidak masuk ke dalam daftar desa wisata itu.

Dari 26 kecamatan, hanya 22 kecamatan desanya masuk ke dalam daftar desa wisata.

Kabid Pengembangan Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata dan Kebududayaan (Disparbud) Majalengka, Agung Budiono menyebutkan, dari 33 desa itu dikelompokkan lagi ke dalam embrio, berkembang, maju, dan mandiri. Sementara hingga kini yang berkembang baru tiga yakni Desa Sidamukti (Kecamatan Majalengka), Bantaragung (Kecamatan Sindangwangi), dan Desa Jatisura (Kecamatan Jatiwangi).

“Yang lain masih embrio,” kata Agung, Selasa (29/10).

Terkait penetapan desa wisata sendiri, lanjut dia, berawal dari komitmen Pemerintah Desa (Pemdes) yang tertuang dalam Musrenbang. Daftar desa yang masuk ke dalam daftar itu, bisa saja berubah di kemudian hari. Alasannya komitmen dari Pemdesnya.

“Jadi ketika ada banyak aktivitas di desa tertentu, kalau desanya belum kelihatan komitmen ya tidak termasuk. Data itu sangat mungkin berubah, baik dari jumlah maupun daftar desanya. Nanti akan ada evaluasi, satu tahun sekali,” paparnya.

Dia menjelaskan, adanya SK itu, sekaligus memberikan motivasi kepada desa. Sebagian besar masih kepada yang mengandalkan alam. Namun ada juga yang budaya. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) berperan lebih kepada pembinaan SDM.

“Apalagi jika mereka butuh bantuan, itu akan lebih mudah lagi,” imbuhnya. (ono)