UMK Hanya Naik Rp36 Ribu, Ribuan Buruh Kepung Kantor Bupati Majalengka, Begini Hasilnya

oleh -14 views
Ribuan massa buruh mendatangi kantor Bupati Majalengka untuk menyampaikan aspirasi kenaikan UMK, Rabu (24/11/2021). (Foto: Anwar Baehaqi/Radar Majalengka)
Ribuan massa buruh mendatangi kantor Bupati Majalengka untuk menyampaikan aspirasi kenaikan UMK, Rabu (24/11/2021). (Foto: Anwar Baehaqi/Radar Majalengka)

MAJALENGKA – Ribuan massa buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Majalengka, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor bupati, Rabu (24/11/2021). Mereka memprotes kenaikan UMK 2022 yang hanya sebesar Rp36 ribu.

Massa datang dengan melakukan aksi konvoi dari wilayah Jatiwangi, Kadipaten dan Majalengka.

Konvoi tersebut sempat membuat kemacetan parah di jalur Bandung-Cirebon. Aksi pendemo sempat diwarnai kericuhan saat massa melakukan sweeping ke sejumlah pabrik.

Perwakilan massa melakukan audiensi dengan pemerintah yang dihadiri oleh Wakil Bupati Tarsono D Mardiana.

Pemerintah Kabupaten Majalengka akhirnya menerima usulan kenaikan UMK 2022 sebesar Rp360 ribu dan menerbitkan surat untuk disampaikan kepada gubernur Jawa Barat.

“Pada kesempatan ini, kami (Pemerintah Kabupaten Majalengka, red) memahami kondisi pekerja di Majalengka. Alhamdulillah, para pekerja juga memahami posisi atau kewenangan kami,” kata Tarsono.

Dengan usulan kenaikan tersebut itu berarti bila disetujui gubernur UMK Majalengka tahun 2022 menjadi Rp2.369.000.

Wakil bupati berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bisa mendengar dan mengabulkan aspirasi dari para buruh di Kabupaten Majalengka.

“Mudah-mudahan Pemprov Jabar mendengar aspirasi pekerja yang disampaikan melalui kami,” harapnya.

Mendengar usulannya diterima dan akan direkomendasikan ke Pemprov Jabar, massa buruh yang menunggu di depan kantor bupati bersorak gembira. Mereka mengapresiasi upaya Pemerintah Daerah Majalengka yang ikut memperjuangkan nasib buruh.

Asep Odin perwakilan Aliansi Buruh Majalengka mengungkapkan bahwa dengan adanya keputusan ini, pihaknya akan mengawal penetapan UMK Majalengka yang kewenangannya ada di Pemprov Jabar.

“Pemerintah Kabupaten Majalengka menerima aspirasi buruh untuk mengusulkan kenaikan upah dari Rp2.009.000 menjadi Rp2.369.000. Hasilnya ya nanti bagaimana provinsi,” kata Asep.

Jika nantinya usulan tersebut tidak diterima, Asep menegaskan buruh Majalengka kemungkinan besar akan menggelar aksi langsung ke kantor gubernur.

“Kalau nanti tidak disetujui ya nanti paling teman-teman akan aksi ke sana (provinsi, red),” tandasnya. (bae/radarmajalengka)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.