UMK Majalengka Hanya Naik Rp18 Ribu, Bupati Karna: Kita Ikut Prihatin

oleh -11 views
Bupati Dr H Karna Sobahi MMPd memberikan komentar atas kenaikan UMK yang hanya Rp18 ribu, yakni menjadi Rp2.009.000.(Foto: Anwar Baehaqi/Radar Majalengka)
Bupati Dr H Karna Sobahi MMPd memberikan komentar atas kenaikan UMK yang hanya Rp18 ribu, yakni menjadi Rp2.009.000.(Foto: Anwar Baehaqi/Radar Majalengka)

MAJALENGKA – Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd menyatakan prihatin dengan kenaikan upah minim kabupaten/kota (UMK) yang hanya Rp18 ribu.

Yakni, menjadi Rp2.009.000. Padahal ia memahami betul apa yang menjadi keinginan buruh saat melakukan unjuk rasa beberapa hari lalu. Salah satu upayanya, menandatangani usulan buruh untuk menaikkan UMK Rp360 ribu. Surat usulan tersebut dikirimkan kepada Gubernur Jawa Barat.

“Karena keputusan ada di sana kita hanya ikut prihatin saja. Saya sangat paham ketika buruh menuntut upah naik. Naluri saya sebagai bupati bisa memahami keinginan buruh. Masak iya cuma naik Rp18 ribu. Makanya saya berani menandatangani usulan Rp360 ribu ke gubernur. Dengan ekonomi Majalengka yang sudah bagus, kok upah buruh segitu-gitu aja,” katanya.

Bupati Karna memuji sikap buruh yang masih bisa bersabar. Sehingga saat demonstrasi beberapa waktu lalu itu tetap berjalan tertib. Ribuan massa mampu dikendalikan oleh kapolres dan dandim tetap kondusif.

Bupati kembali menegaskan soal pencabutan PP 36 bukan kewenangannya, termasuk Undangan-undang Omnibus Law (Cipta Kerja). Itu kewenangan pemerintah pusat.

Namun sejauh ini Pemerintah Kabupaten Majalengka telah memberikan support kepada perusahaan-perusahan agar berlaku bijaksana.

“Ketika mereka meminta izin, saya sebagai bupati selalu berpesan kepada pengusaha. Pertama, menitipkan rakyat Majalengka minimal 60 sampai dengan 70 persen yang diterima bekerja. Kedua, titip kesejahteraannya dan ketiga fasilitasnya. Misalnya ada klinik, ada tempat penitipan bayi, ada ruang menyusui, musala, kantin dan kesejahteraan BPJS. Selalu begitu saya sampaikan kepada pengusaha di Kabupaten Majalengka,” akunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Majalengka, Maman Sutiman mengatakan, meski besaran UMK Majalengka 2022 hanya naik Rp18 ribu, namun dirinya tetap berharap buruh bisa melakukan pendekatan dan berkomunikasi lebih lanjut dengan perusahaan.

“Intinya gimana caranya ke depan dapat menyejahterakan buruh. Selanjutnya, kami juga berharap kepada perusahaan, bagi buruh yang sudah bekerja lebih dari satu tahun, gajinya jangan disamakan. Harus ada skala prioritas. Semisal ada tunjangan-tunjangan lainnya,” ujarnya. (bae/radarmajalengka)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.